Feeds:
Pos
Komentar

My Wedding Story

Ini skuel dari FF Waiting You ^^

Cast :   Debbie Arabella Haston (Choi Hwang Min)

Kim Jong Woon (Yesung)

Erick Giezt Haston (Kim Ki Bum (Key))

Moon Geun Young

Akhirnya aku dapat menyelesaikan kuliahku di Australia. Hmmm rasanya tidak sabar ingin bertemu Yeoboku Jong Woon dan kedua orang tuaku. Pesawat yg aku tumpangi menuju Seoul sudah lepas landas. “oppa Kim Jong Woon bogoshipda” gumamku dalam hati.

Sesampai di bandara, aku mencari-cari keluargaku. Tiba-tiba ada tangan yg menutupi mataku dari belakang, “nuguseo ? oppa Jong Woon kah ?” tanyaku sambil melepas tangan itu. “Ne Hwang Min-ah hhehe” jawab oppa Jong Woon. Aku membalikan badan lalu memeluk oppa Jong Woon dengan erat. “Hwang Min-ah bogoshipda” bisik oppa Jong Woon di telingaku. “Nado bogoshipo oppa” ucapku sambil tersenyum. “oppa wae kau sendiri yg menjemputku ? kemana appa dan ummaku ?” tanyaku. “mereka sedang sibuk mempersiapkan segalanya di rumah untuk menyambut kedatanganmu” ujar oppa Jong Woon sambil menatap mataku. “apa kau kelelahan chagia ?” tanyanya sambil menggenggam tanganku. “hmm sedikit lelah sih, perjalanan Australia-Korea lumayan lama” ujarku sambil tersenyum. “yah padahal oppa ingin mengajakmu jalan-jalan berdua hitung-hitung sambil honey moon lah kekeke” gurau oppa Jong Woon. “aisshh oppa ini tidak sabar sekali kekeke baiklah ayo jalan-jalan tapi kemana ?” tanyaku. “ayolah ikut saja chagia” jawab oppa Jong Woon sambil menggandeng tanganku.

“mwo ? bendungan Meihua (ngarang bgt authornya) ? waw” ujarku kagum. “Ne, kau suka chagia ?” Tanya oppa Jong Woon sambil memelukku dari belakang dan menaruh kepalanya di bahuku. “Ne oppa aku sangat suka, ini tempat waktu oppa menonjokkan tangan oppa hingga memar” ucapku sambil bernostalgia. “oh ya ? oppa lupa hehehe” ujarnya. Setelah hening beberapa saat kemudian aku mengajak oppa Jong Woon pulang “oppa aku lelah, ayo pulang  pasti ummaku dan ummamu sudah menunggu” ujarku sambil menggandengnya . “Ne my wife” ucap oppa Jong Woon sambil mencolek pipiku.

“Hwang Min-ah” umma menghampiriku lalu memelukku. “umma sangat rindu denganmu” ujar umma. “Ne umma bogoshipda too” ucapku. “kau akan menempati rumah barumu di Incheon” ucap umma sambil tersenyum. “mwo ? wahh aku akan tinggal bersama oppa Jong Woon” ujarku. “Ne” ucap umma. “umma apa istriku ini bisa memasak” ujar Jong Woon. “wah kau jangan meremehkan aku ! aku ini bisa memasak tau !” cibirku. Oppa Jong Woon tertawa evil. Setelah makan siang kami berdua bergegas pergi menuju rumah baru kami. Sesampai di rumah baruku dengan Jong Woon aku kagum melihat rumah ini pemandangan bukit-bukit disini sangat cantik. “otokae chagi ? kau suka ?” Tanya oppa Jong Woon. “Ne oppa I like it” jawabku sambil tersenyum.

Hari menjelang malam, aku sedang asik menonton TV di kamarku “chagia !” ujar oppa Jong Woon tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sampingku. “huh oppa mengagetkanku saja !” ujarku sambil memukul tangannya pelan. “weee dasar itik buruk rupa !” ujar oppa Jong Woon meledekku lalu berlari menjauh. “apa katamu ?!” ujarku sambil mengejarnya. Tiba-tiba kakiku tersandung lalu aku terjatuh menimpa oppa Jong Woon (so pasti Jong Woonnya ikut jatoh dong XD), posisiku tepat di atas oppa Jong Woon (o.O ommo) tanganku menempel pada dada bidangnya, mata kami saling bertemu lalu oppa Jong Woon mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku memejamkan mata tiba-tiba Jong Woon berbisik dikupingku “Ya ! itik jelek badanmu berat sekali”. Aku menggembungkan pipiku sambil menampangan wajah BT ku lalu segera bangkit. “yah chagi jangan cemberut dong, oppa kan hanya bercanda” ujar oppa Jong Woon. “huh ! menyebalkan” ujarku sambil membuang muka dan berjalan meninggalkannya, tiba-tiba tangannya menarikku hingga kepelukannya “chagia” ujar oppa Jong Woon sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku, bibir kami saling bertemu (taukan kelanjutannya ngapain :P).

“pagi ini aku akan memasakanmasakan kesukaan oppa” gumamku dalam hati sambil memandang wajah yeoboku itu yg masih tertidur pulas di sampingku. Aku bergegas bangkit menuju dapur dan mengambil beberapa Mie dan bahan-bahan untuk membuat mie ramen. “pagi chagia” ucap oppa Jong Woon tiba-tiba sudah ada di belakangku. “wah oppa sudah bangun, ayo coklat panas itu” ujarku sambil menunjuk ke meja makan. “Ne chagia, kau sedang memasak apa ?” Tanya oppa Jong Woon sambil memelukku dari belakang. “mie Ramen makanan kesukaanmu” jawabku sambil memotong beberapa wortel. Cup ! oppa Jong Woon mencium pipiku lalu berkata “gomawo chagiaku”. “chomaneo oppa-ah” ucapku sambil tersenyum. “oppa bantu ya ?” ujar Jong Woon. “memang oppa bisa apa ?” candaku. “hmm menciummu, memelukmu, mencintaimu, menjagamu” ledek oppa Jong Woon sambil mengerlingkan mata. “oppa gombal !” ujarku sambil mencolekkan krim mayones pipi oppa Jong Woon lalu berlari. “chagia awas kau ya !” ujar oppa Jong Woon sambil mengejarku.

Tidak terasa umur pernikahanku dengan oppa Jong Woon sudah menginjak satu tahun namun entah mengapa aku belum dikaruniai buah hati. Suatu hari ayah oppa Jong Woon datang ke rumah dan berbicara empat mata dengan oppa Jong Woon, aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka. “Jong Woon-ah lebih baik kau memiliki istri lagi toh Hwang Min tidak bisa hamil” ujar appanya oppa Jong Woon (hedeh mulai ribet lagi nih ngomongnya -_-“). “mwo ????? anio ! aku tidak akan menikah lagi !” ucap oppa Jong Woon menahan marah. “kau pasti ingin kan memiliki momongan ? nyatanya Hwang Min hingga kini belum hamil maka dari itu appa ingin menjodohkanmu dengan yeoja lain” ujar appanya oppa Jong Woon. “anio appa ! sampai kapanpun aku tidak akan menikah lagi !” ucap oppa Jong Woon kesal lalu pergi meninggalkan appanya yang masih duduk di sofa. Hatiku hancur ketika mendengar pembicaraan oppa Jong Woon dan ajusshi, aku benar-benar shock. Aku berlari menuju kamarku dan menangis sejadi-jadinya di kamar “huhuhu wae ajusshi setega itu denganku” gumamku lirih. tiba-tiba Jong Woon mengetuk pintu kamarku “Hwang Min-ah, Hwang Min-ah buka pintunya” ujar Jong Woon. Aku sama sekali tidak menggubris panggilan itu, aku terus menangis dan menangis “Jong Woon oppa huhuhu” gumamku. Jong Woon tidak kehabisan akal, dia menerobos lewat jendela yang kebetulan tidak di kunci “Hwang Min-ah kau mendengar percakapan tadi ?” Tanya Jong Woon dengan cemas. “Ne oppa” jawabku sambil menundukan kepala. “gwaencanha Hwang Min aku tidak akan pernah menikah lagi dengan yeoja manapun, arraeo ?” ucap oppa Jong Woon sambil memelukku. “Ne arraseo” ujarku sambil tersenyum simpul. “hapus air matamu lalu aku akan mengajakmu dinner di restaurant yang romantis hehehe” ucap oppa Jong Woon sambil menghapus air mataku.

Oppa Jong Woon mengajakku makan di sebuah restaurant di Incheon pemandangannya sangat indah. “oppa kok sepi ya ? mana pengunjung lainnya ?” tanyaku sambil memandang sekitar. “oppa sudah booking restaurant ini hehehe” jawab oppa Jong Woon sambil menggenggam tanganku. “wah pantas saja hehehe” ujarku sambil tersenyum. “kau suka chagia ?” Tanya oppa Jong Woon sambil menatapku. “Ne oppa, sangat suka !” jawabku sumringah. “kau mau pesan apa chagia ?” Tanya oppa lagi. “hmmm aku mau kimchi dan lemon tea” jawabku. Malam ini menjadi malam terindahku bersama oppa Jong Woon.

Jong Woon pov

Appa datang ke rumahku membawa seorang yeoja, aku tidak mengenal siapa yeoja itu. “Jong Woon perkenalkan ini Moon Geun Young anak teman bisnis appa” ujar appa sambil memperkenalkan yeoja itu padaku. aku tahu pasti appa akan menjodohkanku dengan yeoja itu namun aku tidak akan terpikat dengan pesonanya karena aku telah memiliki Hwang Min yang sangat aku cintai. “annyeonghaseo Moon Geun Young imnida” ucap yeoja itu. “annyeonghaseo Jong Woon imnida” ujarku cuek. Appa berbisik padaku “otokkae ? cantik bukan ?”. “sudah aku bilang bahwa aku tidak akan menikah lagi appa” gumamku pelan. Aku lihat yeoja itu berusaha bersikap manis di depanku. “appa akan tinggalkan kalian berdua” ujar appaku. Setelah ayah meninggalkanku, hening seketika. Yeoja itu terlihat masih polos dan malu-malu. “maaf aku ke toilet betar” ujarku (padahal pengen ketemu Hwang Min). aku melihat Hwang Min sedang duduk merenung di halaman belakang “Hwang Min-ah” sapaku sambil mengusap rambutnya. Hwang Ming tidak menjawab bahunya berguncang, aku yakin dia sedang menangis. “Hwang Min-ah sampai kapanpun oppa tidak akan menikah lagi dan tidak akan meninggalkanmu” ucapku sambil mendekapnya. “Ne oppa” ujar Hwang Min sambil tersenyum simpul lalu ia pergi menuju kamar. Aku kembali menemui yeoja itu “mian lama” ujarku. “gwaencanha” ucap yeoja itu sambil tersenyum.

Hwang Min pov

Pagi masih buta, aku memutuskan untuk pergi meninggalkan oppa Jong Woon yang masih terlelap. Aku bergegas mencari taxi lalu pergi ke seoul menuju rumah orang tuaku. “mungkin aku akan tenang disana” gumamku dalam hati.

Jong Woon Pov

“annyeong Hwa…….” Aku terkejut melihat sekelilingku sudah rapi, Hwang Min sudah tidak ada di sampingku. “hmm apa dia sedang memasak ya ?” gumamku dalam hati sambil berjalan menuju dapur. “Hwang Min-ah, Hwang Min-ah kau dimana ?” ujarku setengah berteriak. Namun tidak ada balasan, aku berlari menuju kamar dan menemukan sepucuk surat diatas meja rias.

Annyeonghaseo yeobo ^^ mungkin saat kau bangun aku sudah tidak ada disampingmu, aku memutuskan untuk pergi meninggalkanmu karena aku tidak layak untuk menjadi istri yang baik, mianhae aku tidak dapat memberimu seorang baby. Aku akan kembali walau aku tidak yakin akan kembali kerumah ini atau tidak biarlah waktu yang menjawab. Oppa aku mohon jangan cari aku untuk beberapa waktu ini karena aku sedang ingin menyendiri untuk menenangkan pikiranku ^^ oh iya aku sudah membelikan mie ramen dan bumbu-bumbu untuk memasak ramen. Bye oppa ^^ jeongmal saranghanikka…….

Aku terhenyak membaca surat itu, mataku panas menahan air mata. Aku benar-benar tak ingin kehilangan Hwang Min “Hwang Min-ah jeongmal saranghanikka” gumamku sambil tertunduk. Aku bergegas menuju rumah orang tua Hwang Min di Seoul.

“pasti kau ingin mencari Hwang Min kan ?” Tanya ajumma (ibunya Hwang Min). “Ne umma, apa dia ada disini ?” tanyaku. “ya ! kau ini namja ! seharusnya kau menyelesaikan masalahmu dulu baru bisa bertemu Hwang Min lagi pula Hwang Min tidak disini” jawab ajumma. “umma aku mohon aku benar-benar ingin bertemu dengan Hwang Min, sekali ini saja” ujarku sambil berlutut di depan ajumma. “Hwang Min sedang keluar !” ucap ajumma dengan ketus. “kemana ?” tanyaku. “molla, cari saja sendiri” jawab umma. Aku mencari Hwang Min ke tempat yang ia sering katakan saat ia bersedih, dia akan berdiam diri di tempat itu. “Hwang Min-ah !” panggil oppa Jong Woon. “oppa ?” ucap Hwang Min. Aku memeluknya sambil berkata “jebal jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak bisa hidup tanpamu kalau terus begini lebih baik aku mati saja” ujarku. “oppa yeobo kau tidak boleh berbicara seperti itu, aku hanya sedang ingin sendiri” ucap Hwang Min sambil memegangi wajahku, mataku berkaca-kaca. “oppa jangan menangis” Cup ! Hwang Min mencium bibirku. “oppa aku sangat mencintaimu, namun kenapa appa tega sekali menjodohkanmu dengan orang lain ? apa aku kurang sempurna hiks” Hwang Min terisak. “uljima my Hwang Min-ah, appa memang seperti itu oppa akan bicara baik-baik kepada appa agar tidak menjodohkanku dengan orang lain selainmu. Oppa tidak akan pernah meninggalkanmu. Arraseo ?” ujarku. “ne arraseo oppa” ucap Hwang Min, aku menghapus air matanya dan mengajaknya pulang kerumah.

“chagia setelah aku berdebat panjang dengan appa akhirnya dia dapat mengertiku dan tidak menjodohkanku dengan yeoja lain !” ucapku senang. “jinja ?! assa !” ujar Hwang Min sambil memelukku. “dan kau juga harus berjanji tidak akan meninggalkan oppamu ini sendiri lagi ya. Kalau tidak, kau akan aku sekap disini dan tidak akan membiarkanmu pergi jauh-jauh dariku” ucapku sambil mencolek pipi Hwang Min.  “mwo ! oppa tega sekali mengancamku seperti itu” gerutu Hwang Min sambil menggembungkan pipinya, aku gemas melihatnya begitu. “kekeke oppa hanya bercanda” ucapku sambil tertawa. “oppa ! kau na…..” “sttt” aku menempelkan jari telunjukku dibibirnya. Wajah kami saling berdekatan lalu berciuman mesra (owwwww kiss me oppa !, ada taemin langsung digorok) “berjanji untuk selalu setia ?” Tanya Hwang Min sambil mengacungkan jari kelingkingnya. “janji !” ujarku sambil memeluknya erat.

Iklan

Buy your ticket.

According to famous events organizer LiveNation and to KpopFM radio, SM town concerts ticket will be on sale soon. The real confirmation will come from Korean Connection and only them.

Venue details:  SM Town, June 10th
Le Zenith de Paris , 211 avenue Jean Jaurès, Parc de la Porte de La Villette, 75019 Paris
http://www.zenith-paris.com/index3.php?s=2

You can buy your tickets from Tuesday, April the 26th at 10AM
Tickets
Prestige (sitting area) 111.50€
VIP (sitting area) 89.50€
Cat 1 (sitting area) 67.50€
Fosse (Standing Area / Pit ) 51€

Map

https://i1.wp.com/img152.imageshack.us/img152/7208/zenith.png

Webites
Fnac.com , Francebillet.fr , Ticketnet.fr , LiveNation.Fr

Special Packages available ONLY on LiveNation.fr (select english on top right)

Goodies package + VIP ticket 144.50€
Goodies Package + Prestige ticket 166.50€
Soundcheck Package + Prestige ticket 221.50€

Soundcheck package is a Prestige ticket + the opportunity to attend the rehearsals.

According to LiveNation, the concert starts at 7pm.
SM Entertainment is going to Europe and they are holding a concert in France, Paris for the first time.

SM revealed on the 20th, “SMTown World Tour that’s has been held in Seoul, LA, Tokyo, Shanghai, etc, will also be held in ‘Le Zenith de Paris’, which is located in France, Paris, on June 10th. They plan to meet the music fans in Paris”.

SM Entertainment is first Korean entertainment company to hold a joint concert in Europe.

The venue that the concert will be held in, ‘Le Zenith de Paris’, is also famous as a stage that world star singers like Ne-Yo, PCD, and the Jonas Brothers have performed in.

The SM artists that will participate in Paris performance include: TVXQ, Super Junior, Girls’ Generation, SHINee, and f(x) are the leaders of the K-pop sensation in Europe. Because it’s the first performance that popular K-pop singers will be holding in Paris, this will gain attention from music fans from Europe.

Also, last January, France TV Channel 2TV reported the hHallyu sensation with SM artists mainly.

SM Entertainment revealed “Through this Paris performance, through Asia, they plan to get their artists to have global activities using a variety of networking”.

SHINee di Dream concert !!! so handsome ! maknae 🙂 ❤

SHINee “Replay” Japanese Version MV review

Let me just begin by saying this song is amazing in both versions. The boys (or should i say “men” since they’ve grown so much since their debut) really did well in this BUT…there are multiple elements in this Japanese version that bothers me soooo much! I’m going to begin with individual reviews then move on to the overall MV review.

Jonghyun- OH MY GOSH, you have been robbed of your lines by the Taemin! I cannot stress that enough! Jonghyun, appeared less in this mv than in the original. I was sort of upset for these reasons t

1) taemin took his lines

2) taemin took some of his camera appearance (don’t get me wrong I have nothing against taemin: wait until taemin review)

3) he was cleaning the window?? AND she didn’t even look up at him! WTF

It would have been better if he was serving her coffee or tea or something and  I mean if a hot guy was cleaning the window of the place I was at I would be staring right back! Also, in the Korean version, he seemed a little bit more laid back, like “oh yeah I’m listening to my music and I’m dressed all legit and stuff” and now he’s still cute, still manly, but less… cool? Less bling-y? Anyway, whatever he still sounded great so no complaints there.

Taemin- OK! Taemin honey, you are a thief but it’s not your fault lol. I’m glad that you now sound waaaay better than when you debuted but does that mean you have to take your hyungs lines? I mean he did help you improve and this is how you repay him??? XD anyways, taemin here is very cute still, good vocals but I feel like something’s missing? I didn’t get that explosion feeling like I did on his other MV’s, I felt like this one didn’t have as much “umph” to it. His dancing scene thing was pretty cool but again, not really as breathtaking or whatever as, not only the original version, but as the others as well. Also, let me just point out something that people might hate me for mentioning but here I go…..he got CHUBBY!  His cheeks are Alvin and the Chipmunks/Jesse McCartney status! And that brings me to ask… Taemin’s chubby cheeks cute? or not so much? I feel like its messing with him charisma, I’m getting mixed emotions.

Key- Has the same lines, still a diva, still sexy BUT! Eeerrmmm a fashion designer? That screams out gay, homo, and fag. I love key sooo much but I think this MV is bringing out his feminine side way too much to the point that he is not even considered a competition to the other guys. I seriously thought key was the gay friend next door to Yoona. His role is like an epic fail compared to the other guys especially Minho and Taemin’s. I mean yes Key does like fashion and he has said that he wanted to be a fashion designer but they could have atleast made him look manlier!  *sigh*. In other terms, he still sounded great, nothing changed and he did well.

Minho- I had no problem with minho until it was his turn to do a solo scene and he looked like a freak! Now Minho have always been the face of the group, manly and sexy and just yeah but in that part of the mv, somehow, in some horrendous way, they made him look like a pedophile and just… ugly. His eyes looked like he just saw a beautiful ghost? it says I’m seeing someone hella sexy but I feel like I’m going to crap my pants. That is sincerely problematic for me to get over. But besides that he was yummy as always J

Onew- what can I say, I have found nothing to complain about SHINee’s awesome leader. His vocals were great, I mean he was carving her face in his clay (kind of sweet), his performance was awesome. So overall, nothing wrong with it. He is as legit as all the other times.

MV: Yoona is younger than Jonghyun and Onew and it definitely showed in the MV. Even though the song is about the boys admiring this older woman, Yoona didn’t even look like a noona. The Korean MV you could tell the girl was older and not only because it was 3 years ago and the boys were still very young then, but the girl that portrayed the noona has a mature , yet cute face. Also: aren’t they supposed to be fighting over this girl? When all 5 members were in the room it seemed like they didn’t even need a woman in their life; like all they needed was eachother. Which is not really the point of the song.  When Yoona entered they were laughing and then in the very end of that scene it looked like she was picking who’s better… well the way they were acting said something like this “we don’t really care who you pick because we got eachother…you know what, just don’t choose, you’re wasting your time”.  And last but not least: they lost some energy with this one. The original mv was full of wow, bam, charisma all over but this one is not so much.

I love SHINee and this song and MV wasnt bad,  but I never thought one of their MV’s could upset me, even just a little. Oh well… SHINee FIGHTING! J

Waiting You

Cast :   Debbie Arabella Haston  (Choi  Hwang Min (aku))

Kim Jong Woon

Dennis Haston  (Kim Ki bum (key))

Stephanie Hwang

“ommmmmoooooo !!!!! pokoknya aku wajib beli album SHINee replay Japanese version !!!!!” teriakku. “ya ! ya ! berisik sekali kau ini ! apa kau tidak lihat gara-gara kau hasil kue buatanku berantakan !” bentak Key. Aku tak menghiraukan kakakku yang satu itu. aku segera berlari menuju mobil  BMW silver keluaran terbaru lalu menuju toko penjual DVD terdekat.

Sesampai di toko kaset aku bertemu dengan seorang namja yg tampan di bagian IDcardnya tertera nama KIM JONG WOON. “ada yg bisa saya bantu ?” Tanya namja itu. “hmm aku membutuhkan DVD SHINee yg berjudul Replay” jawabku sambil memutar kedua mataku mencari-cari DVD yg aku cari. Namja itu keluar dari kasir lalu menuju ke rak penuh dengan album-album SHINee lalu kembali menuju kasir dengan muka sedikit kecewa. “mianhae album itu belum datang dari kemarin, anda bisa kembali esok hari mungkin besok album itu sudah ada” ujar namja itu. “ya sudahlah aku akan kembali esok hari” ucapku dengan muka sedikit masam.

“umma aku pulang” ucapku lemas sesampai rumah. “chagi waeyo ? kau terlihat tak bersemangat ? kau sakit ?” Tanya ummaku cemas sambil memegang keningku. “anio umma” ujarku. “dia gila umma ! tadi dia teriak tanpa sebab sampai merusak kue buatanku” teriak Key dari dapur. “jangan dengarkan oppa !, umm dia hanya syirik” ucapku. “idih percaya diri sekali kau ini” teriak key dari dapur. Ya beginilah keseharianku dirumah, aku dan oppaku Key jarang sekali damai, kami sering sekali bertengkar tetapi sesekali kami sedang berdamai, kami bisa sangat dekat seperti saudara kembar, aku juga sering membantunya menghias beberapa kue buatan oppa Key sambil bercanda dengannya.

Ini hari pertamaku bersekolah di Senior High School Chungdam Seoul tepatnya kelas  11, sebelumnnya aku pernah bersekolah di Jerman. Kami harus mengikuti ayah yg pekerjaannya selalu berpindah-pindah negara tetapi ini Negara yg terakhir kami tempati. Seluruh keluargaku berkebangsaan Inggris namun keluargaku sudah mahir berbahasa korea karena dahulunya kami pernah tinggal cukup lama di Korea sebelum pindah ke Australia dan Jerman. Nama asliku  Debbie  Arabella Haston sedangkan ayahku bernama asli Jimmie Fransisco Haston, ibuku bernama Maria Patricia dan nama asli oppa key adalah Erick Giezt Haston.

“annyeonghaseo, Debbie Arabella Haston imnida ^^ you can call me Choi Hwang Min ^^ gomawo” ucapku memperkenalkan diri. “baiklah Hwang Min kau bisa duduk di sebelah sana” ujar guruku sambil menunjuk bangku kosong di samping bangku seorang gadis cantik berambut pirang dan bermata sipit, aku segera duduk di bangku yg di tunjuk guruku. “sst sst where are you come from ?” tanya gadis itu sambil berbisik. “England, and you ? ”jawabku. “me too I’m come from England. My name is Stephanie Hwang” ucapnya sambil tersenyum khas ‘eyes smile’ . “nice too meet you” ujarku.

Jam pelajaran telah usai, aku segera pergi menuju mobil silverku namun tiba-tiba ada suara yg memanggilku “ya ! Hwang Min !”. aku menoleh ternyata Stephanie yg memanggilku “waeyo Stephanie ?” tanyaku. “ini note mu tadi terjatuh dari tas mu” ujar Stephanie sambil terengah-engah kelelahan mengejarku. “gomawo Stephanie mianhae telah membuatmu repot” ucapku sambil membungkuk. “chomaneo, ah tidak apa-apa kok hehehe” ujarnya.

Pulang sekolah aku langsung menuju toko kaset yang kemarin aku kunjungi. Sesampai disana aku menemui namja yg kemarin. “hmm apa sudah ada DVD SHINeenya ?” tanyaku. “mianhamida DVD itu baru datang nanti malam, apa kau mau menunggunya ?” tanyanya. “mwo ?? jinja ??? aigo, baiklah aku akan menunggunya” ucapku sedikit kecewa. Aku menunggunya sambil berbincang-bincang dengan namja itu. “kau sekolah dimana ?” tanyanya. “aku sekolah di Chungdam High school, kalau kau sendiri ?” ujarku. “aku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Seoul, namun sudah lulus beberapa minggu yg lalu kekeke” ujarnya sambil tersenyum manissssssss sekaliiiii. “ommo kenapa jantungku berdetak begitu kencang ketika melihatnya tersenyum, ah tidak mungkin ! ini pasti hanya perasaanku saja !” gumamku dalam hati. “hey ? kau baik-baik saja bukan ? mengapa menatapku seperti itu ? ohh kau terpesona denganku ya” guraunya. “mwo ?? ih kau ini GR sekali ! hahaha” gerutuku. Baru sebentar kami berkenalan namun terasa seperti sudah berkenalan cukup lama, hingga pengantar DVD dari jepang datang.aku segera mengambil DVD itu dan langsung membayarnya. Zzzzzzssssssssssssssss, tiba-tiba hujan turun sangat lebat “wah hujan aigo otokkae ?” ujarku cemas. “bukankah tadi kau mengendarai mobil ?” Tanya namja itu. “ne tetapi tadi aku menyuruh supirku untuk membawanya pulang” ucapku sambil menunduk. “ya sudah kau tunggu disini saja” ujarnya sembari tersenyum.

“aigoooooo aku ini kenapa ? kenapa aku bisa begitu mudahnya merasakan hal ini ??? pabo hwang min !” gumamku dalam hati. “bukankah tokomu akan tutup ?” tanyaku. “apa kau mau aku menutup toko dan meninggalkan gadis cantik sendirian di luar dalam keadaan hujan lebat ? ckckck aku tidak seperti itu” ujarnya. “mwo ? dia bilang apa ? dia bilang aku cantik ? aigoooo hatiku semakin tidak karuan berada terus di dekatnya, hwang min ingat ! kau baru berkenalan dengan namja itu ! pabooooo !!” gumamku dalam hati. “hey kau kenapa ? apa kau kedinginan ?” ujarnya sambil menutupi tubuhku dengan jaketnya. Aku merasa canggung “a…a…ku  harus me…mangilmu apa ? tanyaku gugup. “kau panggil saja Kim Jong Woon” ucapnya. “Ne oppa Jong Woon, gomawo untuk  jaketnya” ujarku sambil tersenyum dan menatap matanya, sepertinya dia salah tingkah ketika aku menatap matanya.

“Hari ini hari yg menyenangkan untukku” sambil merebahkan tubuhku di Spring bed empuk berseprai biru muda, warna kesukaanku. Aku memejamkan mata sejenak tiba-tiba ada cipratan air mengenai wajahku. Ternyata oppaku Key mencipratiku dengan air hangat “heyyy apa yg kau lakukan di kamarku ?! keluar ! kau ini tidak tahu sopan santun ! bagaimana jika saat kau membuka pintu aku sedang tidak berbusana ?” gerutuku sambil menjitak oppaku yg  jahil itu. “kekeke jika aku melihatmu tidak berbusana maka aku akan memelukmu hehehe” guraunya. “opppppppaaaaaaaaaa yadoooooonggggggggg keluaaaarrrrrr dariiiii kamarrrrrrrrrkuuuuuuuuu !!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku sambil menjitak kepalanya. “ampun tuan putri, aku hanya ingin memberi tahu kalau aku membuatkan coklat panas untukmu, ini minum” ujarnya sambil menyodorkan secangkir coklat panas, aku lihat dia mengusap kepalanya yg benjol akibat jitakkanku.

“hoammmmmmmmmm” aku masih malas untuk membuka kedua mataku, tiba-tiba ada benda hangat yg menyentuh keningku, ternyata umma menciumku. “chagia ayo bangun sudah pagi” ujar ummaku. Setelah mandi aku langsung bergegas ke sekolahku “hai Stephanie, apa hari ini ada tugas ?” tanyaku. “molla, sepertinya tidak ada” ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.

Tak terasa sudah satu bulan aku bersekolah di Seoul dan tak terasa sudah satu bulan aku berteman dengan oppa Jong Woon. Aku juga sekarang sering pergi ke toko kaset hanya untuk sekedar bertemu dengan oppa Jong Woon atau meberikan beberapa cemilan.  Tidak tahu kenapa aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya. “bagaimana hubunganmu dengan oppa Jong Woon ?” Tanya Stephanie sambil mengunyah coco chips. Ya aku memang sudah bercerita banyak tentang oppa Kim Jong Woon kepada Stephanie, aku dan Stephanie sudah bersahabat baik walau kami baru sebulan berkenalan.

“annyeong oppa Jong Woon, aku membawakan sedikit cemilan untukmu” ujarku sambil menyodorkan banana milk dan beberapa snack. “ne gomawo” ucapnya singkat. Aku melihat sepertinya oppa sedang sangat sibuk “kelihatannya oppa sangat sibuk menata beberapa DVD yg baru datang, apa bisa aku bantu ?” tanyaku memberikan jasa. “Ne bantu aku ya” ujarnya sambil tersenyum simpul. Aku membantunya membereskan DVD dan menyapu lantai toko. Oppa Jong Woon hidup sendiri di Seoul karena seluruh keluarganya berada di Mokpo. Aku salut melihatnya hidup mandiri di Seoul tak jarang dia harus lembur di tokonya karena harus membereskan DVD yg di obrak-abrik oleh para pelanggan yg  menaruh DVD-DVD tidak di tempatnya. “oppa aku salut padamu karna kau bekerja dengan penuh semangat…” ujarku sambil mengangkat setumpuk DVD lama yg sudah rusak ke gudang belakang. Karena tidak melihat ada tembok di depanku, lututku terbentur tembok lalu terjatuh hingga DVD yg ku bawa terjatuh mengenai kepalaku “awwwww” teriakku. Oppa Jong Woon menoleh lalu langsung menolongku.

“wah lututmu memar” ujarnya sambil melihat lututku yg memar. “oppa aku tidak kuat berdiri, sakit sekali” ucapku sambil menahan air mata. “baiklah oppa akan menggendongmu” ujarnya cemas. Dia menggendongku ke sofa  lalu pergi mengambil es di dapur (maklum toko DVD oppa Jong Woon kan serba guna sampe dapur aja ada kekeke). “awww oppa sakit sekali !!! pelan-pelan huhuhu” ujarku sambil memegang lututku. “aigu Hwang Min jangan menangis, aku tidak tahan melihat wanita menangis” ujar oppa Jong Woon sambil menggenggam tanganku. Setelah beberapa menit kemudian lututku sudah agak baikan “gomawo oppa, berkat kau luka memarku sudah lebih baik” ucapku sambil tersenyum. “chomaneo, lebih baik kau pulang dan istirahat, oppa akan mengantarmu pulang” ujarnya. “ne oppa” jawabku. Aku memeluk oppa Jong Woon dari belakang (maklum naik motor) terasa nyaman sekali bisa berada di dekatnya hingga tak terasa sudah sampai di depan rumahku, “Hwang Min kita sudah sampai” ucapnya. “gomawo oppa” ujarku sambil menatapnya tidak terasa aku reflek mencium pipinya ! aku tersenyum lalu masuk kerumah dengan sedikit berlari karena malu, aku menoleh sebentar sepertinya oppa Jong Woon shock dengan apa yg aku lakukan.

Pagi ini aku langsung menuju toko Babtol’s  (nama toko DVDnya yesung). “annyeong oppa” sapaku. “ne Hwang Min, kau tidak sekolah ?” tanyanya. “hey oppa apa kau mengigau ? hari ini hari minggu” ujarku sedikit terkekeh. “oh ya ? aku lupa hehehe” ucapnya sambil menggaruk kepalanya (padahal gak gatel tuh). “oppa aku ingin membicarakan sesuatu padamu” ujarku. “Mwo ?” tanyanya sambil menatapku. “oppa aku menyukaimu” ucapku sambil menatap matanya. “mwo ? hahaha kau bercanda” ujar oppa Jong Woon. “anio oppa aku serius aku benar-benar mencintaimu dari awal aku mengenal oppa” ujarku meyakinkannya sambil menggenggam tangannya. “saeng lebih baik kau pulang hari sudah sore” ujar oppa Jong Woon mengalihkan pembicaraanku dan melepas genggamanku. “oppa jawab dulu penyataan cintaku” ujarku. “saeng, oppa selama ini hanya menganggapmu sebagai adik kecilku yg lucu oppa tidak mungkin menerima cintamu” ucap oppa Jong Woon. “oppa bohong !!! oppa pikir aku tidak dapat membaca mata oppa ? oppa tidak menganggapku sebagai anak kecil kan ? ini hanya trik oppa untuk membohongi aku dan membohongi perasaan oppa padaku kan ?!! oppa jahat !!! aku benci oppa Jong Woon !” ujarku sambil menangis & berlari meninggalkan toko itu. Sialnya oppa tidak sama sekali mengejarku.

Oppa apa kau tidak sadar selama ini aku menyayangimu lebih dari sekedar sayang adik  kepada kakaknya , apa oppa buta ? sehingga tidak bisa melihat mataku yg terlihat berbeda ketika menatap oppa. Oppa kau munafik ! aku tau kau juga mencintaiku ! oppa kau jahat ! kau telah membohongi perasaanmu sendiri ! I hate you but I still love you. aku menaruh surat ini di depan toko Babtol’s yg masih tutup lalu aku pergi menuju sekolah.

Seminggu sudah aku tidak pernah menemui oppa Jong Woon, aku masih sangat sakit hati dengan kemunafikannya. Sepulang sekolah aku tidak di jemput supirku tapi aku pulang bersama Stephanie menaiki kendaraan umum. Tiba-tiba ada yg memanggilku dari belakang, ternyata yg memanggilku adalah oppa Jong Woon aku mempercepat langkahku sambil pura-pura tidak dengar panggilannya “hey Hwang Min kenapa kau membiarkannya ? bukankah kau mencintai oppamu itu ?” Tanya Stephanie dia kewalahan mengatur laju langkahnya dengan laju langkahku yg cepat, aku tidak menjawab pertanyaanya aku terus berjalan cepat hingga oppa Jong Woon menarik tanganku “hey kau kenapa akhir-akhir ini ? kau marah ?” tanyanya. Aku tidak menjawab dan mencoba melepaskan tanganku dari genggamannya “hey kau tidak menjawab pertanyaanku” ujranya mempererat genggamannya. Aku lihat Stephanie segera menjauh sepertinya dia tidak ingin mencampuri urusanku. “OPPA APA KAU TIDAK SADAR ? KALAU AKU MARAH PADAMU ! AKU BENCI PADAMU ! LEPASKAN AKU DAN BIARKAN AKU PERGI !” ucapku setengah berteriak. “maafkan aku, kita harus bicara” ujarnya menarikku menuju motornya. “TIDAK ADA YANG PERLU DIBICARAKAN !” ujarku kesal. Namun dia tetap memaksa dan menggendongku hingga berada di atas motornya “YA ! YA ! TURUNKAN AKU ! DASAR BABO !” ucapku sambil memukul-mukul dadanya yg bidang. Akhirnya aku pasrah dan mengikutinya pergi meninggalkan sekolahku. Sesampai di sebuah bendungan yg sangat indah pemandangannya “maafkan aku aku menyesal telah membuatmu seperti ini, aku juga mencintaimu namun……” “namun apa ?????” tanyaku. “aku sudah di jodohkan oleh orang tuaku dengan gadis lain” ujarnya sambil menunduk di hadapanku. Aku lihat ada setetes air bening menetes dari mukanya “oppa ? kau menangis ?” tanyaku sambil mengangkat wajahnya. “aku memang orang yang sangat munafik, aku bodoh telah membohongi perasaanku padamu aku memang orang terbodoh di dunia !” ujarnya sambil menagis dan menonjok-nonjok tembok pembantas bendungan. “oppa hentikan !” ucapku menahan tangannya yg memar lalu memeluknya. “cukup oppa, jangan membuatmu terluka seperti ini aku mencintaimu namun jika memang kau sudah di jodohkan, nikahilah wanita itu lalu lupakan aku. Aku akan bahagia jika kau bahagia” ujarku sambil terisak di bahunya. “chagia aku tidak akan pernah menikahi gadis itu aku bahkan tidak pernah kenal siapa gadis itu karena orang tuaku tidak memberitahukannya. Aku hanya mencintaimu” ujarnya mempererat pelukannya. “oppa aku juga mencintaimu pasti orang tuamu tidak merestui kita karena kau sudah di jodohkan maka menikahlah dengan gadis pilihan orang tuamu” aku melepaskan pelukannya lalu berlari meninggalkannya. Aku benar-benar tidak kuat menahan air mataku, oppa Jong Woon menahanku dengan memelukku dari belakang “chagia jangan pergi ! oppa tidak ingin kehilanganmu” ujarnya sambil menaruh kepalanya di pundakku (aw aw aw melting >.<). “oppa lepaskan aku dan hentikan air matamu itu, aku akan bahagia walau tanpamu bye oppa anggap saja kita tidak pernah kenal” aku berlari meninggalkannya lalu menstop taxi dan pergi meninggalkannya, aku benar-benar tidak kuat menerima kenyataan pahit ini aku menagis sejadi-jadinya di dalam taxi “nona kita pergi kemana ?” Tanya supir taxi. “sudah jalan saja !” ujarku. Aku tidak peduli oppa Jong Woon berlari mengejarku sambil berteriak memanggil namaku.

Jong Woon pov :

Hari-hari aku lewati dengan suram, aku benar-benar mencintai Hwang Min. aku mencintainya lebih dari apapun aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dengan Hwang Min Aku tidak akan pernah melepasnya dari pelukanku karena aku sangat mencintainya. Malam ini perjodohanku akan di laksanakan, calon wanitaku akan segera datang. Namun aku sama sekali belum mempersiapkannya karena aku tak akan menghadiri acara shit itu ! sialnya orang tuaku sengaja menjagaku dengan ketat menggunakan dua bodyguard di depan kamarku sehingga aku tidak bisa melarikan diri untuk menemui Hwang Min.

Hwang Min pov :

Aku menangis sepanjang hari hingga mataku bengkak, oppaku Key sampai kehilangan akal untuk menenangkanku, umma dan appaku juga, mereka semua sudah mencoba berbagai cara untuk menghiburku namun selalu gagal. “chagia malam ini umma akan mengajakmu pergi menemui rekan kerja appamu, apa kau mau ? ayolah chagi kau tidak boleh seperti ini terus” bujuk umma. “Ne umma” ujarku mengusap kedua air mataku. “nah gitu dong ! umma senang melihatmu seperti ini jangan menangs lagi ya” ucap umma sambil mengelus rambutku. “berdandan yang cantik ya chagi” gumam umma. “ne umma” jawabku sambil tersenyum simpul.

Sesampai di sebuah restaurant mewah, aku, umma dan appa langsung menuju ke kursi tempat seorang pria separuh baya dan seorang namja wajahnya tidak terlihat karena duduknya membelakangi kami. Oppa langsung menyapa rekan bisnisnya lalu berkata “apa ini anakmu yag kau jodohkan dengan anakku ?”. “Ne benar sekali ! kenalkan ini anakku Kim Jong Woon” namja itu langsung berbalik arah. “Mwo ? oppa ? kenapa kau ada disini ?” tanyaku tersentak. “Hwang Min ? benarkah itu kau ?” oppa Jong Woon berdiri dan mendekatiku “Hwang Min ? benarkah ini kau ?” Tanyanya lagi sambil menggenggam tanganku. “apa kalian sudah saling mengenal ?” Tanya appaku. “Ne oppa kami sudah saling mengenal” jawabku. “Jadi gadis ini yg appa ingin jodohkan denganku ?” Tanya oppa Jong Woon kepada appanya. “Ne hehe kau suka padanya ?” jawab Appanya oppa Jong Woon (aduh ribet bgt ngomongnya -_-“). “jinja ? ne aku sangat mencintainya. jadi kami akan menikah ?”tanyanya. “ne kalian akan menikah dalam waktu dekat”. Aku membelalakkan mataku, oppa Jong Woon memelukku sambil berkata “ternyata kamu wanita pilihan orang tuaku, kalau aku tau kau yg di jodohkan denganku sudah pasti aku tidak akan menolaknya kekeke saranghanikka”. “oppa tapi aku masih sekolah” ujarku melepas pelukannya. “yasudah kalian bertunangan dulu hingga Hwang Min lulus” jawab appaku. “jinja !!!! assa !!!” oppa Jong Woon memelukku dengan erat.

1 year letter

“Yay ! aku lulus !!!!” aku memeluk Stephanie sambil loncat-loncat senang. Aku berlari menghampiri oppa Jong Woon yg sendari tadi menungguku di parkiran dengan muka kecewa (pura-pura). “otokkae chagi ? apa kau lulus ? kenapa mukamu seperti itu ? jangan-jangan…..”. “oppa aku lulussssssss !!!!!!!!” aku memeluk oppa Jong Woon dengan senang.”waaa chukkae chagia !!!” ujar oppa Jong Woon.

Tiba hari pernikahan kami, kami menikah di gereja termewah di Seoul. “bagaimana Debbie Arabella Haston, apa kau bersedia menerima Kim Jong Woon menjadi suamimu ?” Tanya pendeta. “ya saya bersedia”. Setelah kami menikah, kami belum diizinkan tinggal serumah karena aku harus melanjutkan sekolaku ke Perguruan Tinggi di Australia. “chagia jaga baik-baik dirimu disana, jangan terlalu lelah ya. Jangan lupa menghubungiku ya. I’ll be waiting you my wife” ucap oppa Jong Woon sambil mengecup lembut bibirku (ommo… o_O). “Ne oppa” ucapku, wajahku merah merona karna aku baru pertama kali di cium namja selain oppa Key dan appaku.  “appa, umma, ajjushi (appanya Jong Woon), ajjumma (ummanya Jong Woon) aku harus pergi sekarang, pesawat akan take off sebentar lagi, bye” ujarku sambil membawa koperku lalu berjalan menuju pesawat, sesekali aku masih menoleh kebelakang untuk melihat wajah yeoboku Kim Jong Woon sepertinya ada seburat perasaan tidak rela di wajahnya karena aku harus pergi jauh meninggalkannya dalam waktu yg cukup lama. Aku pergi untuk melanjutkan sekolahku dan kembali ke Seoul dengan gelar S3………….

Secret Gift

Cast : Lee Taemin
Bae Suji
Choi Minho
Kwon Yuri

Udara di Seoul pagi ini sangat dingin sekali, aku segera menggunakan jaket pink dibalut syal bermotif bunga lily putih. Aku sengaja memilih syal yang bermotif lily karena aku sangat menyukai bunga lily. Seperti biasa aku pergi bersekolah di Kirin Art School diantar oleh appaku.

Aku berjalan santai di koridor sekolah sambil menyapa beberapa chingudeul. Setelah menaruh tas, aku bergegas menuju lokerku bersama dengan sahabatku Yuri untuk mengambil alat melukisku, kami berdua memang sengaja mengambil kelas seni lukis karena kami sangat suka melukis. Sesampai di depan loker, lagi-lagi aku melihat ada coklat dan bunga lily imitasi berwarna pink diikat dengan pita berwarna putih. “huft, lagi-lagi ada yang menempelkan coklat ini didepan lokerku”. Gerutuku. “Suzy kau ini pabo dikasih malah menggerutu” ujar Yuri sambil mengambil alat lukisnya. “ne tetapi……”. “sini kalau kau tidak mau buatku saja” ujar Yuri sambil mengambil coklat itu dari tanganku. “anioooo !!!! itu milikku !” aku merebut kembali coklat itu. KRINGGGGGGG !!!!!!!!!!!! tanda bel masuk berbunyi. Aku dan Yuri segera menuju kelas lukis di lantai 2, dari kejauhan aku merasa ada yang mengamatiku, biarlah mungkin perasaanku saja.

Tema melukis hari ini bebas. Namun aku belum menemukan inspirasi padahal teman-temanku sudah mulai mencorat-coret kanvas mereka. “waeyo Suzy ? mengapa kau belum membuat sketsa lukisanmu ?” Tanya guruku. “aigo aku belum mendapat satu pun inspirasi, bolehkah aku keluar kelas untuk menggambar di luar siapa tahu aku akan dapat inspirasi ?” pintaku. “ne, sure” ucap guruku sambil tersenyum ramah. Aku berjalan-jalan sendirian di sekitar taman sambil membawa kanvas dan sebuah pensil gambar, Aha ! bagaimana jika aku menggambar bunga lily ungu yang ada di dekat danau belakang sekolah. Aku mulai membuat sketsa bunga lily. Ketika sedang asik membuat sketsa tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Aku menoleh ternyata itu Minho. “aish kau ini ! mengagetkanku saja !” gerutu. “hehehe mianhamida” ujarnya. “huft untung saja aku tidak punya penyakit jantung kalau punya bisa gawat, dasar kau ini ! mengapa tidak masuk kelas ?” tanyaku. “ne ajumma kau ini cerewet sekali. Anio aku malas dengan guru Kim” gumamnya sambil mengunyah permen karet, dia kelihatan cool sekali dengan gayanya yang cuek tetapi tidak mengurangi ketampananya, aku akui Minho sangat cool, tampan, dan masuk kelas dance 1A karena tidak semua orang bisa masuk ke dalam kelas 1A. “waeyo ?” tanyaku. “hoamm aku bosan mendengar celotehannya dia tidak pernah memperagakan apa yang dikatakannya” jawab minho. “jinja ? mengapa bisa begitu ?” tanyaku lagi. “molla, kau sendiri kenapa ada di sini ? bukankah guru Han hadir ?” tanyanya. “aku sedang mencari inspirasi untuk tema melukis hari ini, maka dari itu aku disini, oke aku harus masuk kelas karena sketsaku sudah jadi, papay” ucapku sambil pergi meninggalkan minho.

(Pulang sekolah)
“Tadi kenapa kau lama sekali mencari inspirasinya ?” Tanya Yuri. “hehehe tadi aku berbincang-bincang dengan Minho” jawabku sambil tertawa. “mwo ?? kau bertemu namjaku ? dimana ?” Tanya Yuri dengan semangat. “he memangnya kamu sudah berpacaran dengan dia ?” tanyaku penuh curiga. “anio tetapi sebentar lagi aku akan menjadi nona Minho hahaha” ucap Yuri sambil berlari meninggalkanku. “ya ! ya ! ya ! tunggu aku tukang menghayal !” teriakku sambil mengejarnya.

(In suzy’s house)
Aku melanjutkan lukisan bunga lilyku yang tadi belum selesai di balkon kamarku sambil mendengarkan lagu SHINee ‘Julliete’ dari IPOD nanoku. Tiba-tiba Hpku berdering tanda SMS
From Minho
Annyeong Suzy, apa kau sudah mengirimkan suratku pada Yuri ?
From Suzy
Sudah ku kirimkan, dia menerimanya dengan sangat senang bahkan sambil loncat-loncat tidak karuan.
From Minho
Jinja ? assa ! joasseo kamsahamda minna. Oyasimi nasai ^_^ miss lily
From Suzy
Chomaneo ^_^ nado.

Keesokan harinya aku melihat secret gift lagi di depan lokerku. “coklat lagi ?” Tanya Yuri. “anio kali ini dia memberiku bunga lily berwarna ungu” jawabku. Aku mulai berfikir apa selama ini Minho yang mengirimkan semua secret gift, namun bukankah dia sudah mencintai Yuri ? tetapi kemarin yang melihatku sedang melukis bunga lily ungu itu hanya minho ? lalu ?…. tanyaku dalam hati. “suzy ? waeyo ? kau sakit ?” Tanya Yuri sambil memegang keningku. “Anio Yuri. Ayo masuk kelas !” tepisku sambil menggandeng tangan Yuri.

1 hari lagi Valentine day, Kirin Art School mengadakan acara promnight yaitu pesta dansa dan lomba dance. Kami ditugaskan untuk mencari pasangan saat pesta nanti. “aku akan datang bersama my prince Minho” ujar Yuri. “sepertinya aku tidak datang” ucapku sambil tertunduk. “waeyo ?” Tanya Yuri. “aku tidak memiliki pasangan” jawabku. “anio, kau harus datang ! aku yakin disana pasti ada namja yang juga tidak memiliki pasangan dan kalau kau tidak datang aku pun tidak akan datang” ucap Yuri panjang lebar. “mwo ? anio Yuri kau wajib datang, bukankah ini kesempatanmu untuk lebih dekat dengan Minho ? jangan sia-siakan kesempatan ini dan kau harus datang !” gumamku. “anio pokoknya kau harus datang ! karena aku tidak akan bersenang-senang tanpamu ! aku akan menjemputmu jam 7 malam” desak Yuri. “ne, terserah kau sajalah” ucapku pasrah

Sore hari sebelum acara promnight Yuri berkunjung kerumah untuk memberiku gaun berwarna putih dengan panjang selutut bercorak bunga lily dan memberiku bandana putih dengan hiasan bunga lily. “semua hadiahku tolong dipakai nanti malam ya miss lily, bye”.

Malam harinya aku datang ke prom night dengan gaun putih, bandana, dan sepatu high ells tentunya semua berwarna putih, oh ya 1 lagi ! masih ada topeng putih. Topeng memang wajib di gunakan para siswa siswi di acara promnight. Acara sudah dimulai dengan lagu “my valentine” yang dinyanyikan Taecyeon dan Nickhun. aku hanya duduk di bangku taman sambil menatap Yuri dan Minho yang sedang asik berdansa, mereka terlihat bahagia sekali. Tiba-tiba ada yang memanggilku “Suzy apa kau mau berdansa denganku ?” tawar seseorang bertopeng abu-abu menggunakan jas, dia tampan ! dia mengulurkan tangannya padaku. “ne” ucapku menyambut tanganya yang lembut. Kami berdansa cukup lama, mata namja itu berbinar-binar dan berwarna biru. Saking terhanyutnya kami berdansa hingga aku lupa menanyakan namanya. “oke acara lomba dance akan segera dimulai, para peserta dari kelas 1A akan di beri kesempatan pertama maka dari itu kami harapkan peserta dari kelas 1A di harapkan untuk bersiap-siap” ujar MC. “mianhamida suzy, aku harus segera ganti pakaian untuk dance, annyeong” pamit namja misterius itu. “ekhm ekhm suzy, siapa namja tadi ?” goda Yuri sambil mencoleh-colek tanganku. “molla, aku belum sempat berkenalan dengan namja itu” jawabku. “jinja ? wow pria misterius” ucap Yuri. “ne tetapi dia pasti ada di kelompok itu” gumamku sambil menunjuk ke grup dance dari kelas 1A. “jinja ??? Minho juga ada disitu” ujar Yuri. Aku menatap mata para personil dance itu, belum selesai mencari mata namja misterius Yuri menarik tanganku menuju bangku taman. “tadi Minho menyatakan cintanya padaku” ujar Yuri berbunga-bunga. “jinja ??? yay !
a-yo (ini mah lagunya SHINee) terima dia !” ujarku bersemangat. Yuri tersenyum sambil mengangguk pelan, pipinya terlihat merah merona.

“Fiuh hari ini sangat melelahkan namun juga menyenangkan” gumamku dalam hati sambil merebahkan tubuhku ke spring bed. Aku memejamkan mata sejenak namun dipikiranku hanya ada wajah namja misterius itu. Siapa dia ? lalu kenapa dia bisa tau namaku ? huh paboya ! kenapa tadi aku tidak menanyakan namanya ? aisk ! babo ! babo ! babo !.

Keesokan harinya seperti biasanya di depan lokerku ada secret gift namun kali ini ada kertas hati bertuliskan.
Saat aku memandang matamu, aku melihat keindahan yang tak ternilai harganya. Wajahmu selalu terbayang-bayang disetiap tidurku. Aku telah mencoba berulang kali untuk tidak menjadi pengecut dan keluar dari persembunyianku selama ini. aku ingin sekali menyapamu, membuka topengku, bahkan menjadi kekasihmu namun kau terlalu indah bagiku yang tak layak mendapatkan hatimu…. JOHAYO BAE SUJI…
Naega saranghaetdeon geu ireum. Bulleobornagal surok. Noemu meoreojyeotdeon.
Aku shock membaca surat itu, Yuri yang melihat aku sedang membulatkan kedua mataku
“suzy !!! waeyo ? kau baik-baik saja ?” ujar Yuri panik lalu merebut surat yang aku pegang. Aku diam mematung, Yuri yang membaca surat itu langsung berkata “wew, secret fans”. “Yuri kita harus cari tahu siapa orang itu, pasti ada sangkut pautnya dengan promnight tadi malam” ucapku penuh selidik. “aiii kau ini kita kan tidak mempunyai cirri-ciri dari secret fans itu” gerutu Yuri. “aku punya !” ucapku. “mwo ?”. “matanya ! ya matanya berwarna biru !” jawabku penuh semangat. “jinja ? terus apa lagi ?” Tanya Yuri. “molla” jawabku sambil menggelengkan kepala. “aihh ini saja tidak cukup” ucap Yuri.

Keesokan harinya kami sengaja berangkat ketika sekolah masih sangat sepi demi menyelidiki siapa orang yang menaruh secret gift didepan lokerku. “itu dia ! namja misterius itu !” ucapku sambil berbisik kepada Yuri. Kami berdua bersembunyi dibalik tiang lorong. “iya ! ayo cepat sergap dia !” ujar Yuri sambil bertingkah seperti polisi yang sedang bersembunyi menangkap buronan. “jangan ! tunggu tingkah selanjutnya !” sergahku. Namja misterius itu mengenakan masker agar tidak terlihat namun aku masih dapat melihat matanya, matanya persis dengan mata namja misterius yang kemarin mengajakku berdansa. Setelah namja itu pergi, aku dan Yuri mendekati lokerku di depannya sudah ada bunga lily berwarna pink dan ada permen lollipop.
“kenapa tadi kita tidak mengikuti namja itu ?” Tanya Yuri. “aku takut dia terkejut lalu pergi, kita butuh waktu yang tepat untuk memergokinya.

Berhari-hari sudah aku dan Yuri mengamati namja itu sambil bersembunyi. “Yuri bagaimana kalau kali ini kita pergoki namja itu ?” ujarku berbisik sambil besrembunyi. “baik !”. kami mengendap-endap mendekati namja itu namun sial ! namja itu sudah mengetahui kehadiran kami, dia buru-buru pergi meninggalkan tempat. “sial !!!! kita gagal !” gerutu Yuri. “ne. namun besok kita pergoki dia dengan cara lain” ucapku dengan evil smile.

Keesokannya aku dan Yuri menyamar dengan menggunakan masker rambut kami pun tidak seperti biasanya, yang biasanya kami gerai namun kali ini kami kuncir dua. Kami berjalan seperti biasa sambil mendekati namja itu. “siapa kau ! kenapa kau selalu menaruhkan barang-barang yang aku suka di depan lokerku !” ujarku dari belakang namja itu. Aku lihat namja itu terkejut namun namja itu berhasil kabur. “aissssssskhhhhhhh Ya ! Ya ! Ya ! berhenti ! jangan lari !” ucapku sambil mengejar namja itu, aku tidak melihat bahwa di depanku ada kayu hingga aku tersandung dan jatuh tersungkur, namja itu menoleh berusaha mendekatiku namun segera mengurungkan niatnya dan lari menjauh karena melihat Yuri yang lari tergopoh-gopoh mendekatiku. “Suzy ? kau tak apa-apa ? ini ulah namja itu hingga membuatmu jatuh !” gerutu Yuri. “tenang saja aku tak apa-apa, bukan salah namja itu namun aku yang tidak lihat-lihat hingga tersandung kayu ini” tepisku. “anio Suzy, namja itu yang salah. Sudahlah ayo pergi ke UKS lalu segera obati lukamu itu” ajak Yuri sambil membantuku berdiri.

Pagi berikutnya aku melihat ada surat dan permen lollipop dari namja itu di depan lokerku.
Mianhamida telah membuat kakimu terluka, ini semua salahku yang terlalu pengecut ! mian suzy aku menyesal telah membuatmu seperti ini. Sebagai permintaan maaf ini aku berikan lollipop untukmu aku harap kau mau memaafkanku.
“aku tidak perlu apapun darimu, yang aku butuhkan adalah siapa kau sebenarnya” gumamku lirih.

(setelah pulang sekolah)
“lihat ! dilokermu ada surat lagi !” ujar Yuri.
Jika kau sangat ingin tau aku yang sebenarnya, datanglah ke danau belakang sekolah sekarang tetapi tolong jangan bawa temanmu itu aku mohon….
“huh kenapa aku tidak boleh ikut dasar namja pabo !” gerutu Yuri. “sstt tidak boleh berkata seperti itu. kau pulanglah dulu biar aku pulang sendiri” ucapku. Aku lalu bergegas pergi ke danau belakang sekolah. Aku melihat ada namja yang sedang berdiri menghadap danau.
“hmm kau kah namja itu ?” tanyaku. “ne aku namja itu” jawab namja itu sambil membalikkan badannya. Wajahnya tampan, matanya berwarna biru. “mian kalau selama ini aku selalu membuatmu penasaran dan maafkan aku kemarin telah membuat kakimu terluka” sambung namja itu sambil menundukan kepalanya. “aku tidak apa-apa kok, aku senang sekarang kau sudah berani menemuiku dengan cara seperti ini” ucapku tersenyum. “ya mungkin kemarin-kemarin aku sangat pengecut untuk menemuimu” ucap namja itu. “kau tidak pengecut kok buktinya waktu itu kau berani mengajakku berdansa” tepisku. “ne tetapi aku sangat menyesal terjatuh, aku telah membuatmu gelisah namun aku benar-benar tulus mencintaimu dan menerimamu apa adanya. aku tau tak mudah bagimu untuk menerima cinta dari seorang yang belum kau kenal sebelumnya but sa..rang…hae.. suzy” ucapnya sambil tertunduk, aku lihat dia menangis. “saranghae too… aku tau kau begitu tulus mencintaiku dan menerimaku apa adanya. Aku tau kau berusaha keras untuk menutupi identitasmu selama ini. Aku kagum padamu” ucapku sambil memeluk namja itu.

Sejak saat itu aku dan namja itu resmi berpacaran. Aku tahu aku begitu mudah menerima cinta seseorang yang belum kukenal namun aku yakin namja itu begitu tulus mencintaiku dan menerimaku apa adanya . Oh ya nama namja itu adalah TAEMIN…….

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.