Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2011

SHINee In SM Town

Pict SHINee at SM Town concert 2011 in Paris

 

Iklan

Read Full Post »

Gloomy Day

Cast :   Park Min Eun (Min Eun)

Lee Tae Min (Tae Min)

Choi Jin Ri (Sulli)

Lee Chan Hee (Chunji)

“oppa Tae Min-ah yeoja itu tidak benar-benar mencintaimu yang dia inginkan hanya hartamu !” ujarku sambil menunjuk yeoja yang sedang bergandengan tangan dengannya. “apa kau bilang ! tutup mulutmu !” ucap oppa Tae Min sambil menampar pipiku hingga meninggalkan berkas merah lebam. “oppa kau jahat sekali !” ujarku sambil pergi meninggalkannya. Aku menangis sambil berlari ditengah hujan salju tanpa tujuan walau badanku sudah menggigil kedinginan namun rasa sakit hatiku yang aku rasa mengalahkan kedinginanku, aku melihat dari kejauhan ada seseorang yang wajahnya bagiku sudah tidak asing lagi ya itu oppa Chunji dia teman dekatku dan juga oppa Tae Min “Min Eun ?” ujar oppa Chunji. “oppa huhuhu” aku memeluk oppa Chunji dengan erat. “aku mengerti perasaanmu sekarang, aku heran waeyo Tae Min memilih yeoja busuk seperti sulli” ucap oppa Chunji. Aku hanya terdiam dan terus menangis “apa dia tidak sadar bahwa ada yeoja yang baik hati dan begitu tulus mencintainya” ujar oppa Chunji lagi. Oppa Chunji mulai merasakan tubuhku yang gemetar, lalu ia memberikan jaket hangatnya “pake ini, oppa akan mengantarmu pulang” ujarnya sambil menggandeng tanganku.

Flashback

Aku dan oppa Tae Min adalah sahabat setelah kurang lebih 5 tahun aku bersahabat dengannya mulai tumbuh benih-benih cinta di dalam hatiku (cailah) aku mulai menyukai oppa Tae Min sejak kami duduk di bangku SMA sampai saat ini kami kuliah walau sudah cukup lama aku menyimpan rasa namun aku tidak mempunyai keberanian untuk menyatakan cintaku kepada oppa Tae Min dan aku lihat sepertinya dia juga tidak memiliki rasa yang aku rasakan. Aku juga tidak ingin persahabatan ini hancur karena cinta namun setelah Sulli datang, semuanya hancur berantakan ! oppa Tae Min menjadi lebih cuek padaku dia lebih sering pergi dengan Sulli dibanding denganku dan aku tahu kalau Sulli itu bukan yeoja baik-baik, dia hanya mencintai harta oppa Tae Min. Setiap hari oppa Tae Min selalu saja memberinya hadiah-hadiah mewah kepada Sulli padahal aku saja yang sudah mengenal oppa Tae Min lebih dulu dari Sulli bahkan tidak pernah sekalipun diberikan barang-barang mewah oleh oppa Tae Min. oppa Tae Min mencintai Sulli hanya karena wajah Sulli yang mirip dengan almarhum ibunya.

Flashback End (ELO GW END !!!! author gaje)

“Minum ini dan hangatkan badanmu di kotatsu, ya chagia” ujar umma sambil memberiku secangkir coklat panas. Aku hanya mengangguk pelan lalu menuruti kata-kata umma. drrrrr drrrrrr hpku bergetar.

From Oppa Chunji

Annyeong Eun Joonie ^^ bagaimana keadaanmu ? apa sudah lebih baik ?

From Min Eun

N e oppa sudah agak baikan J gomawo oppa untuk jaketnya besok akan aku kembalikan

From Chunji

Ne tidak harus besok kau mengembalikan jaketku besok, sebisamu saja hhehe

From Min Eun

Ne gomawo oppa

“Tumben oppa Chunji memanggilku dengan sebutan ‘Joonie’”gumamku heran.

Hari ini aku tidak masuk kuliah karena pipiku masih lebam akibat tamparan oppa Tae Min, ya walau aku disakiti sedemikian rupa oleh oppa Tae Min namun aku akan tetap mencintainya. Aku yakin suatu saat nanti ia pasti akan sadar dan membuang jauh-jauh yeoja matre itu. Ting Tong  bel rumahku berbunyi, aku segera membuka pintu “oppa Chunji ada apa ?” tanyaku. “anio hhehe oppa hanya ingin mengajakmu jalan-jalan” jawab oppa Chunji, sekilas aku melihat ada rasa gugup di wajahnya. “oh sebentar ya oppa aku harus mengambil jaket hangatku dulu” ucapku sambil tersenyum. Aku berjalan-jalan dengan oppa Chunji mengelilingi taman chungsan (author ngarang banget !) tiba-tiba saja sakit di kepalaku kambuh lagi “awww ssshh” ucapku sambil memegang kepalaku, pandanganku mulai buram lalu gelap !.

Chunji pov

Wajah Min Eun pucat sekali, aku menggendong tubuhnya yang terkulai lemas ke bangku taman lalu segera menelfon ambulance. Aku takut dia cedera atau setres menghadapi tingkah Tae Min. aku takut dia akan meninggalkanku…

Min Eun pov

Saat aku tersadar telah berada di sebuah ruangan berdinding putih “oppa aku dimana ?” tanyaku kepada oppa Chunji. “kau di rumah sakit Min Eun-ah” jawab oppa Chunji cemas sambil menggenggam tanganku. Aku melihat sekelilingku sudah ada ummaku. “Min Eun-ah waeyo chagi ? mukamu pucat sekali” ucap umma sambil menangis. “umma jangan menangis, aku tidak apa-apa” ujarku sambil tersenyum. Dokter masuk ke kamar rumah sakitku lalu berbicara serius pada ummaku “aku tahu penyakitku” gumamku dalam hati. “Min Eun aku sangat khawatir padamu, aku tidak ingin kau terluka atau sakit” ucap oppa Chunji mempererat genggamannya. Aku hanya membalas dengan senyuman.

Keesokan harinya aku melihat oppa Chunji masih tidur disebelahku, umma tidur di sofa. Aku mencoba bangkit namun kepalaku sakit sekali “aww” gumamku pelan. “Min Eun waeyo ?” Tanya oppa Chunji yang tiba-tiba terbangun. “anio oppa hanya saja kepalaku sakit sekali” jawabku sembil memegangi kepalaku. “sudah jangan paksakan tubuhmu untuk bangkit” ucap oppa Chunji sambil menatap mataku. Aku lihat wajah lelahnya karena menemaniku semalaman di rumah sakit “oppa lebih baik oppa pulang saja, oppa pasti sangat lelah menemaniku semalaman disini” ujarku. “anio, oppa tidak lelah” ucap oppa Chunji meyakinkanku. “oppa aku takut kau sakit hanya karena kelelahan menemaniku disini, lagi pula disini sudah ada ummaku yang menjagaku sudahlah lebih baik oppa pulang saja ya” ujarku sambil memegang wajahnya. “Ne jaga dirimu baik-baik nanti sore oppa akan menjengukmu lagi” ucap oppa Chunji dan Cup ! sebuah ciuman dari oppa Chunji mendarat di keningku. “jaga dirimu baik-baik ya see you later” ujar oppa Chunji sambil tersenyum.

“Min Eun-ah” panggil umma. “ne umma ?” ucapku. “waeyo selama ini kau menyembunyikan penyakitmu ini ?” Tanya umma, aku lihat matanya berkaca-kaca. “mianhae umma jeongmal mianhae umma aku sengaja tidak member umma karena aku tidak mau pikiran umma terbebani dengan penyakitku, hiks” jawabku terisak. “umma tidak akan merasa terbebani chagia, kau adalah anak umma satu-satunya umma tidak ingin kehilanganmu huhuhu” ucap umma sambil menangis dan memelukku. Ya selama ini aku tidak memberi tahu umma kalau aku terkena kanker otak stadium 3 karena aku tidak mau pikiran umma terbebani dengan penyakitku ini dan aku tidak mau diperlakukan seperti orang sakit parah pada umumnya. Aku ingin bebas dan hidup normal seperti anak remaja seusiaku namun Tuhan berkata lain yaitu dengan memberiku kanker otak ini. “maafkan umma yang tidak bisa menjagamu huhuhu umma benar-benar tidak ingin kehilangan anak umma satu-satunya” ucap umma. “umma sudah sangat sedih kehilangan oennimu Min Li dan appamu” ucap umma lagi. Aku dulu mempunyai seorang oenni bernama Park Min Li namun dia telah meninggal dunia karena kecelakaan pesawat saat ia dan suaminya ingin berbulan madu ke Hawai sedangkan appaku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena penyakit jantung yang dideritanya. “umma aku janji tidak akan meninggalkan umma dan appa” ujarku. “stadiummu sudah bertambah chagia huhuhu dokter mengatakan bahwa umurmu tinggal seminggu lagi” ujar umma sambil menangis. Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan umma, aku sangat sedih karena harum pergi meninggalkan umma yang sudah menjadi single parent, siapa yang akan menjaganya nanti.

Chunji pov

Aku harus menemui Tae Min dirumahnya karena aku ingin dia tahu bahwa Min Eun sedang sakit keras (ceritanya Chunji udah tau nih penyakitnya Min Eun). Ketika aku sampai dirumah Tae Min, aku melihat Tae Min sedang duduk sambil menunduk. “Tae Min-ah” sapaku. Tidak ada jawaban, bahu Tae Min terguncang-guncang sepertinya dia sedang menangis. “hyung aku sangat pabo karena mempercayai yeoja seperti Sulli dan tidak menghiraukan Min Eun. Sulli telah pergi dengan namja yang lebih kaya dariku” ucapnya. “akhirnya kau sadar bahwa yeoja yang mencintaimu tulus hanya Min Eun” ujarku. “sekarang aku harus bagaimana hyung ?” Tanya Tae Min. “cepat minta maaf pada Min Eun sebelum terlambat !” jawabku lantang. “sekarang dia dimana hyung ?” Tanya Tae Min. “dia dirumah sakit” jawabku. “mwo ?! dia sedang sakit kah ?” Tanya Tae Min terkejut. “Ne sakit kanker otak stadium akhir” jawabku sambil tertunduk. “mwo ? jinja ! hyung cepat antarkan aku kesana !” ujar Tae Min sambil mengguncan-gungcangkan tubuhku. Aku dan Tae Min pergi ke rumah sakit untuk menemui Min Eun (yaeyalah mau nemuin Min Eun masa mau nemuin author sih).

Tae Min pov

Aku terhenyak melihat Min Eun yang terbujur lemah dikasur “Min Eun-ah mianhae, ini semua salahku” ujarku. “anio oppa, ini bukan salahmu” ucap Min Eun. Aku menangis sambil tertunduk, tiba-tiba Min Eun memelukku dan berkata “uljima oppa”. “Min Eun jeongmal saranghanikka” gumamku. “saranghae too oppa” ujarnya sambil tersenyum. Aku mempererat pelukanku, aku benar-benar menyesal atas perbuatanku selama ini pada Min Eun aku tidak ingin ia pergi meninggalkanku. Tiba-tiba dia mengeluhkan sakit dibagian kepalanya lalu pingsan dipelukanku. Kami dipersilahkan keluar oleh seorang suster karena dokter akan memeriksa keadaan Min Eun. beberapa menit kemudian dokter keluar dengan wajah sedih “bagaimana keadaan Min Eun dokter ?” Tanya ajumma (ummanya Eun Min). dokter menggeleng pelan lalu berkata “maaf kami sudah berusaha semaximal mungkin namun nyawa Min Eun tidak dapat tertolong lagi” jawab dokter sambil menunduk. Ajumma menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Chunji hyung. Aku melihat wajah Min Eun yang sudah tidak bernyawa, aku memandang wajah damainya “MIN EUN !!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku, tangisku pecah. Chunji Hyung mendekat dan berkata “ikhlaskan dia agar dia tenang”. Umma Min Eun memelukku lalu berkata “ikhlaskan dia Tae Min-ah, umma pun sudah mengikhlaskannya” ujar umma terisak.

Area pemakaman semakin sepi, suarana menjadi suram sesuram perasaanku “Naega sarangheo Min Eun, you’re my true love and you always be my angel in my heart” . Tiba-tiba langit yang meredup akibat rintik hujan perlahan berarak pergi dan berganti terang. Ada secarik pelangi membias di lengkungan langit biru….

THE END

Read Full Post »

Christmas Wish

Cast :   Choi Jae Hoon

Kim Ki Bum (Key)

Yoona

Onew

 

“oppa kau nakal sekali ! ku balas kau !” ucapku sambil menyolekkan krim coklat ke pipi oppa Key. “chagia awas kau ! oppa akan membalasmu !” ujar oppa Key sambil tersenyum evil lalu mencolek pipiku dengan krim vanilla. “ya ! jebal oppa stop ! kalau bermain-main terus kapan selesai membuat kue black forest !”mencibir sambil mencubit lengan oppa Key. “Ne ajumma cerewetku” ujar Key sambil mengangkat daguku. “huuuu” gerutuku sambil menjitak kepala oppa Key. Aku Choi Jae Hoon sangat beruntung mempunyai namjachingu seperti Kim Ki Bum, selain pintar memasak Key juga bermuka tampan dan romantis walau tingkahnya terkadang sedikit idiot (dibakar lockets). “hmm pasti rasa kue ini enak” ujarku sambil mencium aroma kue yg aku buat bersama oppa Key. “tentunya…. Siapa dulu yg membuat Kim Ki Bum koki handal yang tampan” ucapnya sambil membanggakan diri. “huuuuuu ini kan juga buatanku” gerutuku. “Ne my chagia, ini buatan kita” ujar oppa key tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.

Keesokan harinya aku bergegas menuju sekolah diantar oppa Key. “chagi kau harus belajar yg sungguh-sungguh ya agar lulus setelah itu aku akan segera melamarmu hehehe” canda Key. “mwo ?? oppa sudah gila ? aku harus melanjutkan ke Perguruan tinggi, you know ?” gerutuku kesal. “Ne my princess” ucap oppa Key sambil mencium keningku (key aku juga mau di cium donggg *author langsung dicerein ama taemin +_+).

Hari ini aku libur sambil mengisi waktu luang aku membantu umma memasak di dapur (yaiyalah masak ya di dapur masa di kamar mandi, author ngarang banget)

“Jae Hoon-ah apa aku sudah melihat kalo di depan rumah kita sudah ada penghuni barunya ?” Tanya umma sambil memotong bawang bombay. “anio umma” ucapku sambil memotong wortel. “mereka mempunyai anak yeoja sangat cantik” ucap umma sambil tersenyum. “mwo ? jinja ? kira-kira usianya berapa umm ?” tanyaku. “sepertinya dia seusiamu, kemarin umma sempat berkenalan dengannya dan ummanya” jawab umma. aku diam sejenak lalu berkata “umma mianhamida aku tidak bisa membantu umma lagi, ada yg harus aku kerjakan” ujarku menaruh pisau di atas meja makan lalu berlari menuju kamarku di lantai 2. aku mengintip dari jendela kamarku (wah tukang ngintip !) dan memandang seorang yeoja yang sedang menyiram bunga, “oh jadi yeoja itu yang di bicarakan umma tadi wah wajahnya minna sekali (bonamana bonamana bonamana. author geblek malah nyayi >o<)”.

Key Pov

Malam hari ketika aku sedang asik bermain Play Station  tiba-tiba ada seseorang yg mengetuk pintu. “nuguseo ?” tanyaku setenah berteriak matanya tidak lepas dari game football. “Key-ah kau ini tidak sopan sekali ! ayo bukakan pintu” ujar umma key sambil berkacak pinggang. “ne umma” ucap key malas-malasan. Ternyata seorang wanita paruh baya bersama seorang yeoja “oh hay Mrs. Bi Shu, silahkan masuk” ujar umma mempersilahkan mereka duduk. “Key-ah perkenalkan ini sahabat umma, namanya Mrs. Bi Shu sahabat mama sejak kecil hehe” ujar umma memperkenalkan sahabatnya itu. Mataku tertuju kepada yeoja di sebelah Mrs. Bi shu. “wah Key-ah sudah dewasa ya, oh iya perkenalkan ini anakku Yoona” ujar Mrs. Bi Shu memperkenalkan anaknya. “annyeonghaseo Naega Yoona imnida” ucap Yeoja itu sambil tersenyum. Wow senyumnya manis sekali “Ya ! Key-ah ! ingat kau sudah memiliki Jae Hoon” gumamku dalam hati. “umma aku pulang !” ujar seseorang dari luar, ternyata itu Hyungku Onew. “Onew-ah perkenalkan ini Mrs. Bi Shu sahabat umma dan anaknya Yoona” ucap umma. “Ne umma, annyeonghaseo naega Onew imnida” ujar Onew cuek.

Jae Hoon Pov

“Annyeong Key-ah !” sapaku sambil tersenyum. “Ne annyeong, Jae Hoon-ah apa kau tahu kalau di kompleks kita (ceritanya Key ama Jae Hoon 1 kompleks nih) ada orang baru yg menempati rumah itu ?” Tanya oppa Key sambil menunjuk rumah yg terletak didepan rumah Jae Hoon. “Ne arraseo oppa di rumah itu tinggal seorang yeoja cantik. Waeyo oppa ?” tanyaku. “Anio hehehe” jawab oppa Key sambil tersenyum.

Key Pov

Sore harinya Yoona mengantarkan Kue kerumahku “hai Key-ah ini ada kue buatanku untukmu dan kakakmu Onew” ujar Yoona sambil menyodorkan Kue. “Ne gomawo” ucapku sambil menatap mata Yoona, dia tersipu malu waktu aku menatapnya aku lihat wajahnya menjadi merah merona membutanya sangat cantik. “ommmmmoooo wajahnya terlihat cantik sekali saat dia tersipu malu” gumamku dalam hati. “mwo apa yang kau ucapkan tadi ? pabo ! apa munkin aku mulai menyukainya ? aniooo ingat Key-ah kau sudah mempunyai yeojachingu !” gumamku lagi didalam hati.

Sebulan sudah aku dan Yoona berteman dekat. Dia sangat perfect ! sudah cantik, pintar memasak. Kuakui sepertinya aku menyukainya fiuh tapi aku tidak mau menyakiti Jae Hoon karena aku juga mencintainya.

Jae Hoon Pov

Aku rasakan akhir-akhir ini oppa Key jarang sekali bertemu denganku, aku juga sering melihat oppa Key menyelinap menuju rumah Yoona, apa mereka ada hubungan khusus ? ah sudahlah seharusnya aku tidak boleh berpikiran negative  kepada namjachinguku sendiri. Lagipula dia sangat mencintaiku begitupun aku. “Jae Hoon-ah kau sedang melamunkan apa ?” Tanya umma yg tiba-tiba sudah ada di belakangku. “Anio umma” jawabku sambil tersenyum. “umma ingin membicarakan sesuatu, umma sering melihat namjachingumu Key berkunjung ke rumah yeoja minna itu, begitupula yeoja itu juga sering berkunjung ke rumah Key. Apa kau tidak curiga ? umma takut kau terluka” ujar umma panjang lebar. “anio umma, Key ku tidak mungkin seperti itu” ujarku sambil tersenyum padahal dalam hatiku ada sebesit perasaan kecewa, sedih, curiga namun harus aku buang jauh-jauh semua perasaan itu.

Key Pov

Arghhhh aku sudah benar-benar tidak tahan dengan pesona Yoona, namun apa aku harus meninggalkan Jae Hoon dan berpacaran dengan Yoona ? ommooo aku masih mencintain Jae Hoon. “mianhamida Jae Hoon-ah” ucapku lirih sambil menundukan kepalaku. Ya aku harus memilih salah satu, besok aku akan pergi menemui Jae Hoon.

Jae Hoon Pov

“Annyeong oppa ^^ oppa wae wajahmu terlihat tegang ?” tanyaku sambil memegang wajah oppa Key. “anio Jae Hoon ah, oppa hanya ingin membicarakan sesuatu padamu” ujar oppa key sambil melepaskan tanganku dari wajahnya “ommo ? ada apa dengan oppa Key ? tidak seperti biasa, padahal dia memanggilku dengan sebutan “chagia” namun waeyo tadi dia memanggilku “Jae Hoon” ? ” gumamku dalam hati, aku mulai berpikiran negative. “Jae Hoon sepertinya cukup sampai disini ya hubungan kita” ucap oppa Key sambil tertunduk. “oppa ? hahaha oppa bercanda ya ?” ucapku sambil tertawa. “kau tatap oppa, apa wajah oppa sedang bercanda ?” tanya oppa Key sambil menggenggam tanganku. “Anio oppa” jawabku, mataku berkaca-kaca menahan tangis lalu aku melepas genggaman oppa Key lalu pergi meninggalkannya.

“huhuhuhu oppa teganya kau !” aku menangis di pangkuan ibuku. “sudahlah Jae Hoon-ah umma yakin Key akan menyesal karena telah meninggalkan yeoja baik hati sepertimu, sebentar lagi natal kau harus mempersiapkan kebutuhan natal kita. Jangan sedih ya” ucap ummaku sambil mengusap pelan kepalaku. Aku hanya terdiam, hatiku perih.

Key Pov

“maafkan aku Jae Hoon-ah aku akan selalu mencintaimu” gumamku lirih. Aku merebahkan tubuhku di spring bed tak terasa mataku mengeluarkan cairan bening. “jeongmal saranghanikka Jae Hoon-ah” gumamku dalam hati, dibenakku terus berputar bayangan Jae Hoon .

Setelah beberapa hari aku berpisah dengan Jae Hoon, aku menyatakan cintaku pada Yoona. “Besok hari Natal hmmm apa aku mengungkapkan perasaanku besok saja ya ?” gumamku ragu. “ah sekarang saja lah” ujarku. “Yoona-ah aku ingin bicara padamu, ayo ikut aku” ucapku sambil menggandeng tangan Yoona. “kau ingin bicara apa ?” Tanya Yoona sambil menatap mata Key. “Jeongmal saranghae Yoona, maukah kau menjadi yeojachinguku ?” tanyaku menggenggam tangan Yoona. Yoona diam mematung lalu berkata “mwo ? kau menyukaiku ? hahaha kau bercanda”. “Yoona-ah aku tidak sedang bercanda, aku serius” ujarku. “ Key-ah kau salah pengertian padaku. Selama ini aku hanya menganggapmu adikku hanya menganggapmu. Aku……  menyukai kakakmu Onew” ujar Yoona tertunduk. “m..wo…? jadi selama ini kau hanya memanfaatkan aku agar bisa dekat dengan Onew hyung ?” tanyaku sambil menahan marah “anio Key-ah” ujar Yoona . “aishk ! yeoja pabo !” ucapku lalu pergi meninggalkannya. Bodohnya aku telah meninggalkan orang yang aku cintai demi yeoja macam Yoona, Jae Hoon mianhae chagia.

Jae Hoon Pov

Aku merapikan baju hangatku lalu menuju Gereja untuk berdoa (sendirian loh). Aku pergi ke gereja dengan berjalan kaki, sesampai di depan rumah Key oppa aku menoleh sebentar lalu menundukan kepalaku. “Tuhan permohonanku di hari natal ini yaitu ingin melihat Key oppa bahagia dengan yeoja secantik Yoona dan tolong izinkan aku memeluknya untuk keterakhir kalinya” ujarku lirih, bulir-bulir air mataku menetes. Tiba-tiba dari belakang aku mendengar suara “aku tidak akan bahagia dengan yeoja lain, yeoja yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku hanya kau Jae Hoon-ah” ujar suara itu. aku menoleh “Key oppa ?” ujarku terkejut. “Mianhae chagia, oppa bodoh telah membuatmu sedih, kecewa oppa memang tidak layak mendapatkan hatimu lagi” ujar oppa Key sambil menunduk lalu dengan perlahan pergi menjauh. “OPPA NAEGA SARANGHAE !” ujarku sambil berteriak. Key oppa menoleh lalu tersenyum “SARANGHAE TOO” ucap Key sambil berteriak sangat keras. Aku berlari dan memeluk oppa Key. Oppa Key membalas pelukanku lalu berkata “chagia mianhamida, I just love you Jae Hoon, no other (neo gatchin saram to eobso duh author  jadi nyanyi lagu no other) except you…….”

 

 

The End

Read Full Post »

SHINee at Soda Magazine

Read Full Post »

My Wedding Story

Ini skuel dari FF Waiting You ^^

Cast :   Debbie Arabella Haston (Choi Hwang Min)

Kim Jong Woon (Yesung)

Erick Giezt Haston (Kim Ki Bum (Key))

Moon Geun Young

Akhirnya aku dapat menyelesaikan kuliahku di Australia. Hmmm rasanya tidak sabar ingin bertemu Yeoboku Jong Woon dan kedua orang tuaku. Pesawat yg aku tumpangi menuju Seoul sudah lepas landas. “oppa Kim Jong Woon bogoshipda” gumamku dalam hati.

Sesampai di bandara, aku mencari-cari keluargaku. Tiba-tiba ada tangan yg menutupi mataku dari belakang, “nuguseo ? oppa Jong Woon kah ?” tanyaku sambil melepas tangan itu. “Ne Hwang Min-ah hhehe” jawab oppa Jong Woon. Aku membalikan badan lalu memeluk oppa Jong Woon dengan erat. “Hwang Min-ah bogoshipda” bisik oppa Jong Woon di telingaku. “Nado bogoshipo oppa” ucapku sambil tersenyum. “oppa wae kau sendiri yg menjemputku ? kemana appa dan ummaku ?” tanyaku. “mereka sedang sibuk mempersiapkan segalanya di rumah untuk menyambut kedatanganmu” ujar oppa Jong Woon sambil menatap mataku. “apa kau kelelahan chagia ?” tanyanya sambil menggenggam tanganku. “hmm sedikit lelah sih, perjalanan Australia-Korea lumayan lama” ujarku sambil tersenyum. “yah padahal oppa ingin mengajakmu jalan-jalan berdua hitung-hitung sambil honey moon lah kekeke” gurau oppa Jong Woon. “aisshh oppa ini tidak sabar sekali kekeke baiklah ayo jalan-jalan tapi kemana ?” tanyaku. “ayolah ikut saja chagia” jawab oppa Jong Woon sambil menggandeng tanganku.

“mwo ? bendungan Meihua (ngarang bgt authornya) ? waw” ujarku kagum. “Ne, kau suka chagia ?” Tanya oppa Jong Woon sambil memelukku dari belakang dan menaruh kepalanya di bahuku. “Ne oppa aku sangat suka, ini tempat waktu oppa menonjokkan tangan oppa hingga memar” ucapku sambil bernostalgia. “oh ya ? oppa lupa hehehe” ujarnya. Setelah hening beberapa saat kemudian aku mengajak oppa Jong Woon pulang “oppa aku lelah, ayo pulang  pasti ummaku dan ummamu sudah menunggu” ujarku sambil menggandengnya . “Ne my wife” ucap oppa Jong Woon sambil mencolek pipiku.

“Hwang Min-ah” umma menghampiriku lalu memelukku. “umma sangat rindu denganmu” ujar umma. “Ne umma bogoshipda too” ucapku. “kau akan menempati rumah barumu di Incheon” ucap umma sambil tersenyum. “mwo ? wahh aku akan tinggal bersama oppa Jong Woon” ujarku. “Ne” ucap umma. “umma apa istriku ini bisa memasak” ujar Jong Woon. “wah kau jangan meremehkan aku ! aku ini bisa memasak tau !” cibirku. Oppa Jong Woon tertawa evil. Setelah makan siang kami berdua bergegas pergi menuju rumah baru kami. Sesampai di rumah baruku dengan Jong Woon aku kagum melihat rumah ini pemandangan bukit-bukit disini sangat cantik. “otokae chagi ? kau suka ?” Tanya oppa Jong Woon. “Ne oppa I like it” jawabku sambil tersenyum.

Hari menjelang malam, aku sedang asik menonton TV di kamarku “chagia !” ujar oppa Jong Woon tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sampingku. “huh oppa mengagetkanku saja !” ujarku sambil memukul tangannya pelan. “weee dasar itik buruk rupa !” ujar oppa Jong Woon meledekku lalu berlari menjauh. “apa katamu ?!” ujarku sambil mengejarnya. Tiba-tiba kakiku tersandung lalu aku terjatuh menimpa oppa Jong Woon (so pasti Jong Woonnya ikut jatoh dong XD), posisiku tepat di atas oppa Jong Woon (o.O ommo) tanganku menempel pada dada bidangnya, mata kami saling bertemu lalu oppa Jong Woon mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku memejamkan mata tiba-tiba Jong Woon berbisik dikupingku “Ya ! itik jelek badanmu berat sekali”. Aku menggembungkan pipiku sambil menampangan wajah BT ku lalu segera bangkit. “yah chagi jangan cemberut dong, oppa kan hanya bercanda” ujar oppa Jong Woon. “huh ! menyebalkan” ujarku sambil membuang muka dan berjalan meninggalkannya, tiba-tiba tangannya menarikku hingga kepelukannya “chagia” ujar oppa Jong Woon sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku, bibir kami saling bertemu (taukan kelanjutannya ngapain :P).

“pagi ini aku akan memasakanmasakan kesukaan oppa” gumamku dalam hati sambil memandang wajah yeoboku itu yg masih tertidur pulas di sampingku. Aku bergegas bangkit menuju dapur dan mengambil beberapa Mie dan bahan-bahan untuk membuat mie ramen. “pagi chagia” ucap oppa Jong Woon tiba-tiba sudah ada di belakangku. “wah oppa sudah bangun, ayo coklat panas itu” ujarku sambil menunjuk ke meja makan. “Ne chagia, kau sedang memasak apa ?” Tanya oppa Jong Woon sambil memelukku dari belakang. “mie Ramen makanan kesukaanmu” jawabku sambil memotong beberapa wortel. Cup ! oppa Jong Woon mencium pipiku lalu berkata “gomawo chagiaku”. “chomaneo oppa-ah” ucapku sambil tersenyum. “oppa bantu ya ?” ujar Jong Woon. “memang oppa bisa apa ?” candaku. “hmm menciummu, memelukmu, mencintaimu, menjagamu” ledek oppa Jong Woon sambil mengerlingkan mata. “oppa gombal !” ujarku sambil mencolekkan krim mayones pipi oppa Jong Woon lalu berlari. “chagia awas kau ya !” ujar oppa Jong Woon sambil mengejarku.

Tidak terasa umur pernikahanku dengan oppa Jong Woon sudah menginjak satu tahun namun entah mengapa aku belum dikaruniai buah hati. Suatu hari ayah oppa Jong Woon datang ke rumah dan berbicara empat mata dengan oppa Jong Woon, aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka. “Jong Woon-ah lebih baik kau memiliki istri lagi toh Hwang Min tidak bisa hamil” ujar appanya oppa Jong Woon (hedeh mulai ribet lagi nih ngomongnya -_-“). “mwo ????? anio ! aku tidak akan menikah lagi !” ucap oppa Jong Woon menahan marah. “kau pasti ingin kan memiliki momongan ? nyatanya Hwang Min hingga kini belum hamil maka dari itu appa ingin menjodohkanmu dengan yeoja lain” ujar appanya oppa Jong Woon. “anio appa ! sampai kapanpun aku tidak akan menikah lagi !” ucap oppa Jong Woon kesal lalu pergi meninggalkan appanya yang masih duduk di sofa. Hatiku hancur ketika mendengar pembicaraan oppa Jong Woon dan ajusshi, aku benar-benar shock. Aku berlari menuju kamarku dan menangis sejadi-jadinya di kamar “huhuhu wae ajusshi setega itu denganku” gumamku lirih. tiba-tiba Jong Woon mengetuk pintu kamarku “Hwang Min-ah, Hwang Min-ah buka pintunya” ujar Jong Woon. Aku sama sekali tidak menggubris panggilan itu, aku terus menangis dan menangis “Jong Woon oppa huhuhu” gumamku. Jong Woon tidak kehabisan akal, dia menerobos lewat jendela yang kebetulan tidak di kunci “Hwang Min-ah kau mendengar percakapan tadi ?” Tanya Jong Woon dengan cemas. “Ne oppa” jawabku sambil menundukan kepala. “gwaencanha Hwang Min aku tidak akan pernah menikah lagi dengan yeoja manapun, arraeo ?” ucap oppa Jong Woon sambil memelukku. “Ne arraseo” ujarku sambil tersenyum simpul. “hapus air matamu lalu aku akan mengajakmu dinner di restaurant yang romantis hehehe” ucap oppa Jong Woon sambil menghapus air mataku.

Oppa Jong Woon mengajakku makan di sebuah restaurant di Incheon pemandangannya sangat indah. “oppa kok sepi ya ? mana pengunjung lainnya ?” tanyaku sambil memandang sekitar. “oppa sudah booking restaurant ini hehehe” jawab oppa Jong Woon sambil menggenggam tanganku. “wah pantas saja hehehe” ujarku sambil tersenyum. “kau suka chagia ?” Tanya oppa Jong Woon sambil menatapku. “Ne oppa, sangat suka !” jawabku sumringah. “kau mau pesan apa chagia ?” Tanya oppa lagi. “hmmm aku mau kimchi dan lemon tea” jawabku. Malam ini menjadi malam terindahku bersama oppa Jong Woon.

Jong Woon pov

Appa datang ke rumahku membawa seorang yeoja, aku tidak mengenal siapa yeoja itu. “Jong Woon perkenalkan ini Moon Geun Young anak teman bisnis appa” ujar appa sambil memperkenalkan yeoja itu padaku. aku tahu pasti appa akan menjodohkanku dengan yeoja itu namun aku tidak akan terpikat dengan pesonanya karena aku telah memiliki Hwang Min yang sangat aku cintai. “annyeonghaseo Moon Geun Young imnida” ucap yeoja itu. “annyeonghaseo Jong Woon imnida” ujarku cuek. Appa berbisik padaku “otokkae ? cantik bukan ?”. “sudah aku bilang bahwa aku tidak akan menikah lagi appa” gumamku pelan. Aku lihat yeoja itu berusaha bersikap manis di depanku. “appa akan tinggalkan kalian berdua” ujar appaku. Setelah ayah meninggalkanku, hening seketika. Yeoja itu terlihat masih polos dan malu-malu. “maaf aku ke toilet betar” ujarku (padahal pengen ketemu Hwang Min). aku melihat Hwang Min sedang duduk merenung di halaman belakang “Hwang Min-ah” sapaku sambil mengusap rambutnya. Hwang Ming tidak menjawab bahunya berguncang, aku yakin dia sedang menangis. “Hwang Min-ah sampai kapanpun oppa tidak akan menikah lagi dan tidak akan meninggalkanmu” ucapku sambil mendekapnya. “Ne oppa” ujar Hwang Min sambil tersenyum simpul lalu ia pergi menuju kamar. Aku kembali menemui yeoja itu “mian lama” ujarku. “gwaencanha” ucap yeoja itu sambil tersenyum.

Hwang Min pov

Pagi masih buta, aku memutuskan untuk pergi meninggalkan oppa Jong Woon yang masih terlelap. Aku bergegas mencari taxi lalu pergi ke seoul menuju rumah orang tuaku. “mungkin aku akan tenang disana” gumamku dalam hati.

Jong Woon Pov

“annyeong Hwa…….” Aku terkejut melihat sekelilingku sudah rapi, Hwang Min sudah tidak ada di sampingku. “hmm apa dia sedang memasak ya ?” gumamku dalam hati sambil berjalan menuju dapur. “Hwang Min-ah, Hwang Min-ah kau dimana ?” ujarku setengah berteriak. Namun tidak ada balasan, aku berlari menuju kamar dan menemukan sepucuk surat diatas meja rias.

Annyeonghaseo yeobo ^^ mungkin saat kau bangun aku sudah tidak ada disampingmu, aku memutuskan untuk pergi meninggalkanmu karena aku tidak layak untuk menjadi istri yang baik, mianhae aku tidak dapat memberimu seorang baby. Aku akan kembali walau aku tidak yakin akan kembali kerumah ini atau tidak biarlah waktu yang menjawab. Oppa aku mohon jangan cari aku untuk beberapa waktu ini karena aku sedang ingin menyendiri untuk menenangkan pikiranku ^^ oh iya aku sudah membelikan mie ramen dan bumbu-bumbu untuk memasak ramen. Bye oppa ^^ jeongmal saranghanikka…….

Aku terhenyak membaca surat itu, mataku panas menahan air mata. Aku benar-benar tak ingin kehilangan Hwang Min “Hwang Min-ah jeongmal saranghanikka” gumamku sambil tertunduk. Aku bergegas menuju rumah orang tua Hwang Min di Seoul.

“pasti kau ingin mencari Hwang Min kan ?” Tanya ajumma (ibunya Hwang Min). “Ne umma, apa dia ada disini ?” tanyaku. “ya ! kau ini namja ! seharusnya kau menyelesaikan masalahmu dulu baru bisa bertemu Hwang Min lagi pula Hwang Min tidak disini” jawab ajumma. “umma aku mohon aku benar-benar ingin bertemu dengan Hwang Min, sekali ini saja” ujarku sambil berlutut di depan ajumma. “Hwang Min sedang keluar !” ucap ajumma dengan ketus. “kemana ?” tanyaku. “molla, cari saja sendiri” jawab umma. Aku mencari Hwang Min ke tempat yang ia sering katakan saat ia bersedih, dia akan berdiam diri di tempat itu. “Hwang Min-ah !” panggil oppa Jong Woon. “oppa ?” ucap Hwang Min. Aku memeluknya sambil berkata “jebal jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak bisa hidup tanpamu kalau terus begini lebih baik aku mati saja” ujarku. “oppa yeobo kau tidak boleh berbicara seperti itu, aku hanya sedang ingin sendiri” ucap Hwang Min sambil memegangi wajahku, mataku berkaca-kaca. “oppa jangan menangis” Cup ! Hwang Min mencium bibirku. “oppa aku sangat mencintaimu, namun kenapa appa tega sekali menjodohkanmu dengan orang lain ? apa aku kurang sempurna hiks” Hwang Min terisak. “uljima my Hwang Min-ah, appa memang seperti itu oppa akan bicara baik-baik kepada appa agar tidak menjodohkanku dengan orang lain selainmu. Oppa tidak akan pernah meninggalkanmu. Arraseo ?” ujarku. “ne arraseo oppa” ucap Hwang Min, aku menghapus air matanya dan mengajaknya pulang kerumah.

“chagia setelah aku berdebat panjang dengan appa akhirnya dia dapat mengertiku dan tidak menjodohkanku dengan yeoja lain !” ucapku senang. “jinja ?! assa !” ujar Hwang Min sambil memelukku. “dan kau juga harus berjanji tidak akan meninggalkan oppamu ini sendiri lagi ya. Kalau tidak, kau akan aku sekap disini dan tidak akan membiarkanmu pergi jauh-jauh dariku” ucapku sambil mencolek pipi Hwang Min.  “mwo ! oppa tega sekali mengancamku seperti itu” gerutu Hwang Min sambil menggembungkan pipinya, aku gemas melihatnya begitu. “kekeke oppa hanya bercanda” ucapku sambil tertawa. “oppa ! kau na…..” “sttt” aku menempelkan jari telunjukku dibibirnya. Wajah kami saling berdekatan lalu berciuman mesra (owwwww kiss me oppa !, ada taemin langsung digorok) “berjanji untuk selalu setia ?” Tanya Hwang Min sambil mengacungkan jari kelingkingnya. “janji !” ujarku sambil memeluknya erat.

Read Full Post »

Buy your ticket.

According to famous events organizer LiveNation and to KpopFM radio, SM town concerts ticket will be on sale soon. The real confirmation will come from Korean Connection and only them.

Venue details:  SM Town, June 10th
Le Zenith de Paris , 211 avenue Jean Jaurès, Parc de la Porte de La Villette, 75019 Paris
http://www.zenith-paris.com/index3.php?s=2

You can buy your tickets from Tuesday, April the 26th at 10AM
Tickets
Prestige (sitting area) 111.50€
VIP (sitting area) 89.50€
Cat 1 (sitting area) 67.50€
Fosse (Standing Area / Pit ) 51€

Map

https://i1.wp.com/img152.imageshack.us/img152/7208/zenith.png

Webites
Fnac.com , Francebillet.fr , Ticketnet.fr , LiveNation.Fr

Special Packages available ONLY on LiveNation.fr (select english on top right)

Goodies package + VIP ticket 144.50€
Goodies Package + Prestige ticket 166.50€
Soundcheck Package + Prestige ticket 221.50€

Soundcheck package is a Prestige ticket + the opportunity to attend the rehearsals.

According to LiveNation, the concert starts at 7pm.
SM Entertainment is going to Europe and they are holding a concert in France, Paris for the first time.

SM revealed on the 20th, “SMTown World Tour that’s has been held in Seoul, LA, Tokyo, Shanghai, etc, will also be held in ‘Le Zenith de Paris’, which is located in France, Paris, on June 10th. They plan to meet the music fans in Paris”.

SM Entertainment is first Korean entertainment company to hold a joint concert in Europe.

The venue that the concert will be held in, ‘Le Zenith de Paris’, is also famous as a stage that world star singers like Ne-Yo, PCD, and the Jonas Brothers have performed in.

The SM artists that will participate in Paris performance include: TVXQ, Super Junior, Girls’ Generation, SHINee, and f(x) are the leaders of the K-pop sensation in Europe. Because it’s the first performance that popular K-pop singers will be holding in Paris, this will gain attention from music fans from Europe.

Also, last January, France TV Channel 2TV reported the hHallyu sensation with SM artists mainly.

SM Entertainment revealed “Through this Paris performance, through Asia, they plan to get their artists to have global activities using a variety of networking”.

Read Full Post »

SHINee di Dream concert !!! so handsome ! maknae 🙂 ❤

Read Full Post »

Older Posts »