Feeds:
Pos
Komentar

inilah wajah para member Suju dan SHINee diambil ketika mereka di bandara saat pulang menuju korea selatan

                                                                                            

ya ampun wajah mereka terlihat kelelahan ya ? kasian oppadeul 😦

Iklan
SHINee’s Taemin dan F(x)’s Amber mengenakan celana yang sama?

Baru-baru ini salah satu fans memposting sebuah foto Taemin ‘SHINee’ dan Amber ‘f(x)’ di sebuah situs. Foto tersebut menunjukkan Taemin dan Amber mengenakan celana yang sama di acara yang berbeda. Ini dia fotonya:

Fans berkomentar:

“SM sangat baik dalam mendaur ulang, mungkin itu sebabnya sebagian besar artis mereka mengenakan skinny yang sama. Mereka semua terlihat cocok”

“Amber membagikan SEMUA celananya kepada Taemin, kadang-kadang juga kepada Key, dan yang sebenarnya Amber mengenakan celana itu pertama daripada Taemin”

“Itu bukan hal yang baru. Taemin dan Amber saling berbagi lemari pakaian”

Gimana menurut kalian? Lebih cocok Amber atau Taemin? 🙂 

Wahhh namja-namja yang ganteng *cium satu2* digampar Shawol XD

SHINee In SM Town

Pict SHINee at SM Town concert 2011 in Paris

 

Gloomy Day

Cast :   Park Min Eun (Min Eun)

Lee Tae Min (Tae Min)

Choi Jin Ri (Sulli)

Lee Chan Hee (Chunji)

“oppa Tae Min-ah yeoja itu tidak benar-benar mencintaimu yang dia inginkan hanya hartamu !” ujarku sambil menunjuk yeoja yang sedang bergandengan tangan dengannya. “apa kau bilang ! tutup mulutmu !” ucap oppa Tae Min sambil menampar pipiku hingga meninggalkan berkas merah lebam. “oppa kau jahat sekali !” ujarku sambil pergi meninggalkannya. Aku menangis sambil berlari ditengah hujan salju tanpa tujuan walau badanku sudah menggigil kedinginan namun rasa sakit hatiku yang aku rasa mengalahkan kedinginanku, aku melihat dari kejauhan ada seseorang yang wajahnya bagiku sudah tidak asing lagi ya itu oppa Chunji dia teman dekatku dan juga oppa Tae Min “Min Eun ?” ujar oppa Chunji. “oppa huhuhu” aku memeluk oppa Chunji dengan erat. “aku mengerti perasaanmu sekarang, aku heran waeyo Tae Min memilih yeoja busuk seperti sulli” ucap oppa Chunji. Aku hanya terdiam dan terus menangis “apa dia tidak sadar bahwa ada yeoja yang baik hati dan begitu tulus mencintainya” ujar oppa Chunji lagi. Oppa Chunji mulai merasakan tubuhku yang gemetar, lalu ia memberikan jaket hangatnya “pake ini, oppa akan mengantarmu pulang” ujarnya sambil menggandeng tanganku.

Flashback

Aku dan oppa Tae Min adalah sahabat setelah kurang lebih 5 tahun aku bersahabat dengannya mulai tumbuh benih-benih cinta di dalam hatiku (cailah) aku mulai menyukai oppa Tae Min sejak kami duduk di bangku SMA sampai saat ini kami kuliah walau sudah cukup lama aku menyimpan rasa namun aku tidak mempunyai keberanian untuk menyatakan cintaku kepada oppa Tae Min dan aku lihat sepertinya dia juga tidak memiliki rasa yang aku rasakan. Aku juga tidak ingin persahabatan ini hancur karena cinta namun setelah Sulli datang, semuanya hancur berantakan ! oppa Tae Min menjadi lebih cuek padaku dia lebih sering pergi dengan Sulli dibanding denganku dan aku tahu kalau Sulli itu bukan yeoja baik-baik, dia hanya mencintai harta oppa Tae Min. Setiap hari oppa Tae Min selalu saja memberinya hadiah-hadiah mewah kepada Sulli padahal aku saja yang sudah mengenal oppa Tae Min lebih dulu dari Sulli bahkan tidak pernah sekalipun diberikan barang-barang mewah oleh oppa Tae Min. oppa Tae Min mencintai Sulli hanya karena wajah Sulli yang mirip dengan almarhum ibunya.

Flashback End (ELO GW END !!!! author gaje)

“Minum ini dan hangatkan badanmu di kotatsu, ya chagia” ujar umma sambil memberiku secangkir coklat panas. Aku hanya mengangguk pelan lalu menuruti kata-kata umma. drrrrr drrrrrr hpku bergetar.

From Oppa Chunji

Annyeong Eun Joonie ^^ bagaimana keadaanmu ? apa sudah lebih baik ?

From Min Eun

N e oppa sudah agak baikan J gomawo oppa untuk jaketnya besok akan aku kembalikan

From Chunji

Ne tidak harus besok kau mengembalikan jaketku besok, sebisamu saja hhehe

From Min Eun

Ne gomawo oppa

“Tumben oppa Chunji memanggilku dengan sebutan ‘Joonie’”gumamku heran.

Hari ini aku tidak masuk kuliah karena pipiku masih lebam akibat tamparan oppa Tae Min, ya walau aku disakiti sedemikian rupa oleh oppa Tae Min namun aku akan tetap mencintainya. Aku yakin suatu saat nanti ia pasti akan sadar dan membuang jauh-jauh yeoja matre itu. Ting Tong  bel rumahku berbunyi, aku segera membuka pintu “oppa Chunji ada apa ?” tanyaku. “anio hhehe oppa hanya ingin mengajakmu jalan-jalan” jawab oppa Chunji, sekilas aku melihat ada rasa gugup di wajahnya. “oh sebentar ya oppa aku harus mengambil jaket hangatku dulu” ucapku sambil tersenyum. Aku berjalan-jalan dengan oppa Chunji mengelilingi taman chungsan (author ngarang banget !) tiba-tiba saja sakit di kepalaku kambuh lagi “awww ssshh” ucapku sambil memegang kepalaku, pandanganku mulai buram lalu gelap !.

Chunji pov

Wajah Min Eun pucat sekali, aku menggendong tubuhnya yang terkulai lemas ke bangku taman lalu segera menelfon ambulance. Aku takut dia cedera atau setres menghadapi tingkah Tae Min. aku takut dia akan meninggalkanku…

Min Eun pov

Saat aku tersadar telah berada di sebuah ruangan berdinding putih “oppa aku dimana ?” tanyaku kepada oppa Chunji. “kau di rumah sakit Min Eun-ah” jawab oppa Chunji cemas sambil menggenggam tanganku. Aku melihat sekelilingku sudah ada ummaku. “Min Eun-ah waeyo chagi ? mukamu pucat sekali” ucap umma sambil menangis. “umma jangan menangis, aku tidak apa-apa” ujarku sambil tersenyum. Dokter masuk ke kamar rumah sakitku lalu berbicara serius pada ummaku “aku tahu penyakitku” gumamku dalam hati. “Min Eun aku sangat khawatir padamu, aku tidak ingin kau terluka atau sakit” ucap oppa Chunji mempererat genggamannya. Aku hanya membalas dengan senyuman.

Keesokan harinya aku melihat oppa Chunji masih tidur disebelahku, umma tidur di sofa. Aku mencoba bangkit namun kepalaku sakit sekali “aww” gumamku pelan. “Min Eun waeyo ?” Tanya oppa Chunji yang tiba-tiba terbangun. “anio oppa hanya saja kepalaku sakit sekali” jawabku sembil memegangi kepalaku. “sudah jangan paksakan tubuhmu untuk bangkit” ucap oppa Chunji sambil menatap mataku. Aku lihat wajah lelahnya karena menemaniku semalaman di rumah sakit “oppa lebih baik oppa pulang saja, oppa pasti sangat lelah menemaniku semalaman disini” ujarku. “anio, oppa tidak lelah” ucap oppa Chunji meyakinkanku. “oppa aku takut kau sakit hanya karena kelelahan menemaniku disini, lagi pula disini sudah ada ummaku yang menjagaku sudahlah lebih baik oppa pulang saja ya” ujarku sambil memegang wajahnya. “Ne jaga dirimu baik-baik nanti sore oppa akan menjengukmu lagi” ucap oppa Chunji dan Cup ! sebuah ciuman dari oppa Chunji mendarat di keningku. “jaga dirimu baik-baik ya see you later” ujar oppa Chunji sambil tersenyum.

“Min Eun-ah” panggil umma. “ne umma ?” ucapku. “waeyo selama ini kau menyembunyikan penyakitmu ini ?” Tanya umma, aku lihat matanya berkaca-kaca. “mianhae umma jeongmal mianhae umma aku sengaja tidak member umma karena aku tidak mau pikiran umma terbebani dengan penyakitku, hiks” jawabku terisak. “umma tidak akan merasa terbebani chagia, kau adalah anak umma satu-satunya umma tidak ingin kehilanganmu huhuhu” ucap umma sambil menangis dan memelukku. Ya selama ini aku tidak memberi tahu umma kalau aku terkena kanker otak stadium 3 karena aku tidak mau pikiran umma terbebani dengan penyakitku ini dan aku tidak mau diperlakukan seperti orang sakit parah pada umumnya. Aku ingin bebas dan hidup normal seperti anak remaja seusiaku namun Tuhan berkata lain yaitu dengan memberiku kanker otak ini. “maafkan umma yang tidak bisa menjagamu huhuhu umma benar-benar tidak ingin kehilangan anak umma satu-satunya” ucap umma. “umma sudah sangat sedih kehilangan oennimu Min Li dan appamu” ucap umma lagi. Aku dulu mempunyai seorang oenni bernama Park Min Li namun dia telah meninggal dunia karena kecelakaan pesawat saat ia dan suaminya ingin berbulan madu ke Hawai sedangkan appaku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena penyakit jantung yang dideritanya. “umma aku janji tidak akan meninggalkan umma dan appa” ujarku. “stadiummu sudah bertambah chagia huhuhu dokter mengatakan bahwa umurmu tinggal seminggu lagi” ujar umma sambil menangis. Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan umma, aku sangat sedih karena harum pergi meninggalkan umma yang sudah menjadi single parent, siapa yang akan menjaganya nanti.

Chunji pov

Aku harus menemui Tae Min dirumahnya karena aku ingin dia tahu bahwa Min Eun sedang sakit keras (ceritanya Chunji udah tau nih penyakitnya Min Eun). Ketika aku sampai dirumah Tae Min, aku melihat Tae Min sedang duduk sambil menunduk. “Tae Min-ah” sapaku. Tidak ada jawaban, bahu Tae Min terguncang-guncang sepertinya dia sedang menangis. “hyung aku sangat pabo karena mempercayai yeoja seperti Sulli dan tidak menghiraukan Min Eun. Sulli telah pergi dengan namja yang lebih kaya dariku” ucapnya. “akhirnya kau sadar bahwa yeoja yang mencintaimu tulus hanya Min Eun” ujarku. “sekarang aku harus bagaimana hyung ?” Tanya Tae Min. “cepat minta maaf pada Min Eun sebelum terlambat !” jawabku lantang. “sekarang dia dimana hyung ?” Tanya Tae Min. “dia dirumah sakit” jawabku. “mwo ?! dia sedang sakit kah ?” Tanya Tae Min terkejut. “Ne sakit kanker otak stadium akhir” jawabku sambil tertunduk. “mwo ? jinja ! hyung cepat antarkan aku kesana !” ujar Tae Min sambil mengguncan-gungcangkan tubuhku. Aku dan Tae Min pergi ke rumah sakit untuk menemui Min Eun (yaeyalah mau nemuin Min Eun masa mau nemuin author sih).

Tae Min pov

Aku terhenyak melihat Min Eun yang terbujur lemah dikasur “Min Eun-ah mianhae, ini semua salahku” ujarku. “anio oppa, ini bukan salahmu” ucap Min Eun. Aku menangis sambil tertunduk, tiba-tiba Min Eun memelukku dan berkata “uljima oppa”. “Min Eun jeongmal saranghanikka” gumamku. “saranghae too oppa” ujarnya sambil tersenyum. Aku mempererat pelukanku, aku benar-benar menyesal atas perbuatanku selama ini pada Min Eun aku tidak ingin ia pergi meninggalkanku. Tiba-tiba dia mengeluhkan sakit dibagian kepalanya lalu pingsan dipelukanku. Kami dipersilahkan keluar oleh seorang suster karena dokter akan memeriksa keadaan Min Eun. beberapa menit kemudian dokter keluar dengan wajah sedih “bagaimana keadaan Min Eun dokter ?” Tanya ajumma (ummanya Eun Min). dokter menggeleng pelan lalu berkata “maaf kami sudah berusaha semaximal mungkin namun nyawa Min Eun tidak dapat tertolong lagi” jawab dokter sambil menunduk. Ajumma menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Chunji hyung. Aku melihat wajah Min Eun yang sudah tidak bernyawa, aku memandang wajah damainya “MIN EUN !!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku, tangisku pecah. Chunji Hyung mendekat dan berkata “ikhlaskan dia agar dia tenang”. Umma Min Eun memelukku lalu berkata “ikhlaskan dia Tae Min-ah, umma pun sudah mengikhlaskannya” ujar umma terisak.

Area pemakaman semakin sepi, suarana menjadi suram sesuram perasaanku “Naega sarangheo Min Eun, you’re my true love and you always be my angel in my heart” . Tiba-tiba langit yang meredup akibat rintik hujan perlahan berarak pergi dan berganti terang. Ada secarik pelangi membias di lengkungan langit biru….

THE END

Christmas Wish

Cast :   Choi Jae Hoon

Kim Ki Bum (Key)

Yoona

Onew

 

“oppa kau nakal sekali ! ku balas kau !” ucapku sambil menyolekkan krim coklat ke pipi oppa Key. “chagia awas kau ! oppa akan membalasmu !” ujar oppa Key sambil tersenyum evil lalu mencolek pipiku dengan krim vanilla. “ya ! jebal oppa stop ! kalau bermain-main terus kapan selesai membuat kue black forest !”mencibir sambil mencubit lengan oppa Key. “Ne ajumma cerewetku” ujar Key sambil mengangkat daguku. “huuuu” gerutuku sambil menjitak kepala oppa Key. Aku Choi Jae Hoon sangat beruntung mempunyai namjachingu seperti Kim Ki Bum, selain pintar memasak Key juga bermuka tampan dan romantis walau tingkahnya terkadang sedikit idiot (dibakar lockets). “hmm pasti rasa kue ini enak” ujarku sambil mencium aroma kue yg aku buat bersama oppa Key. “tentunya…. Siapa dulu yg membuat Kim Ki Bum koki handal yang tampan” ucapnya sambil membanggakan diri. “huuuuuu ini kan juga buatanku” gerutuku. “Ne my chagia, ini buatan kita” ujar oppa key tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.

Keesokan harinya aku bergegas menuju sekolah diantar oppa Key. “chagi kau harus belajar yg sungguh-sungguh ya agar lulus setelah itu aku akan segera melamarmu hehehe” canda Key. “mwo ?? oppa sudah gila ? aku harus melanjutkan ke Perguruan tinggi, you know ?” gerutuku kesal. “Ne my princess” ucap oppa Key sambil mencium keningku (key aku juga mau di cium donggg *author langsung dicerein ama taemin +_+).

Hari ini aku libur sambil mengisi waktu luang aku membantu umma memasak di dapur (yaiyalah masak ya di dapur masa di kamar mandi, author ngarang banget)

“Jae Hoon-ah apa aku sudah melihat kalo di depan rumah kita sudah ada penghuni barunya ?” Tanya umma sambil memotong bawang bombay. “anio umma” ucapku sambil memotong wortel. “mereka mempunyai anak yeoja sangat cantik” ucap umma sambil tersenyum. “mwo ? jinja ? kira-kira usianya berapa umm ?” tanyaku. “sepertinya dia seusiamu, kemarin umma sempat berkenalan dengannya dan ummanya” jawab umma. aku diam sejenak lalu berkata “umma mianhamida aku tidak bisa membantu umma lagi, ada yg harus aku kerjakan” ujarku menaruh pisau di atas meja makan lalu berlari menuju kamarku di lantai 2. aku mengintip dari jendela kamarku (wah tukang ngintip !) dan memandang seorang yeoja yang sedang menyiram bunga, “oh jadi yeoja itu yang di bicarakan umma tadi wah wajahnya minna sekali (bonamana bonamana bonamana. author geblek malah nyayi >o<)”.

Key Pov

Malam hari ketika aku sedang asik bermain Play Station  tiba-tiba ada seseorang yg mengetuk pintu. “nuguseo ?” tanyaku setenah berteriak matanya tidak lepas dari game football. “Key-ah kau ini tidak sopan sekali ! ayo bukakan pintu” ujar umma key sambil berkacak pinggang. “ne umma” ucap key malas-malasan. Ternyata seorang wanita paruh baya bersama seorang yeoja “oh hay Mrs. Bi Shu, silahkan masuk” ujar umma mempersilahkan mereka duduk. “Key-ah perkenalkan ini sahabat umma, namanya Mrs. Bi Shu sahabat mama sejak kecil hehe” ujar umma memperkenalkan sahabatnya itu. Mataku tertuju kepada yeoja di sebelah Mrs. Bi shu. “wah Key-ah sudah dewasa ya, oh iya perkenalkan ini anakku Yoona” ujar Mrs. Bi Shu memperkenalkan anaknya. “annyeonghaseo Naega Yoona imnida” ucap Yeoja itu sambil tersenyum. Wow senyumnya manis sekali “Ya ! Key-ah ! ingat kau sudah memiliki Jae Hoon” gumamku dalam hati. “umma aku pulang !” ujar seseorang dari luar, ternyata itu Hyungku Onew. “Onew-ah perkenalkan ini Mrs. Bi Shu sahabat umma dan anaknya Yoona” ucap umma. “Ne umma, annyeonghaseo naega Onew imnida” ujar Onew cuek.

Jae Hoon Pov

“Annyeong Key-ah !” sapaku sambil tersenyum. “Ne annyeong, Jae Hoon-ah apa kau tahu kalau di kompleks kita (ceritanya Key ama Jae Hoon 1 kompleks nih) ada orang baru yg menempati rumah itu ?” Tanya oppa Key sambil menunjuk rumah yg terletak didepan rumah Jae Hoon. “Ne arraseo oppa di rumah itu tinggal seorang yeoja cantik. Waeyo oppa ?” tanyaku. “Anio hehehe” jawab oppa Key sambil tersenyum.

Key Pov

Sore harinya Yoona mengantarkan Kue kerumahku “hai Key-ah ini ada kue buatanku untukmu dan kakakmu Onew” ujar Yoona sambil menyodorkan Kue. “Ne gomawo” ucapku sambil menatap mata Yoona, dia tersipu malu waktu aku menatapnya aku lihat wajahnya menjadi merah merona membutanya sangat cantik. “ommmmmoooo wajahnya terlihat cantik sekali saat dia tersipu malu” gumamku dalam hati. “mwo apa yang kau ucapkan tadi ? pabo ! apa munkin aku mulai menyukainya ? aniooo ingat Key-ah kau sudah mempunyai yeojachingu !” gumamku lagi didalam hati.

Sebulan sudah aku dan Yoona berteman dekat. Dia sangat perfect ! sudah cantik, pintar memasak. Kuakui sepertinya aku menyukainya fiuh tapi aku tidak mau menyakiti Jae Hoon karena aku juga mencintainya.

Jae Hoon Pov

Aku rasakan akhir-akhir ini oppa Key jarang sekali bertemu denganku, aku juga sering melihat oppa Key menyelinap menuju rumah Yoona, apa mereka ada hubungan khusus ? ah sudahlah seharusnya aku tidak boleh berpikiran negative  kepada namjachinguku sendiri. Lagipula dia sangat mencintaiku begitupun aku. “Jae Hoon-ah kau sedang melamunkan apa ?” Tanya umma yg tiba-tiba sudah ada di belakangku. “Anio umma” jawabku sambil tersenyum. “umma ingin membicarakan sesuatu, umma sering melihat namjachingumu Key berkunjung ke rumah yeoja minna itu, begitupula yeoja itu juga sering berkunjung ke rumah Key. Apa kau tidak curiga ? umma takut kau terluka” ujar umma panjang lebar. “anio umma, Key ku tidak mungkin seperti itu” ujarku sambil tersenyum padahal dalam hatiku ada sebesit perasaan kecewa, sedih, curiga namun harus aku buang jauh-jauh semua perasaan itu.

Key Pov

Arghhhh aku sudah benar-benar tidak tahan dengan pesona Yoona, namun apa aku harus meninggalkan Jae Hoon dan berpacaran dengan Yoona ? ommooo aku masih mencintain Jae Hoon. “mianhamida Jae Hoon-ah” ucapku lirih sambil menundukan kepalaku. Ya aku harus memilih salah satu, besok aku akan pergi menemui Jae Hoon.

Jae Hoon Pov

“Annyeong oppa ^^ oppa wae wajahmu terlihat tegang ?” tanyaku sambil memegang wajah oppa Key. “anio Jae Hoon ah, oppa hanya ingin membicarakan sesuatu padamu” ujar oppa key sambil melepaskan tanganku dari wajahnya “ommo ? ada apa dengan oppa Key ? tidak seperti biasa, padahal dia memanggilku dengan sebutan “chagia” namun waeyo tadi dia memanggilku “Jae Hoon” ? ” gumamku dalam hati, aku mulai berpikiran negative. “Jae Hoon sepertinya cukup sampai disini ya hubungan kita” ucap oppa Key sambil tertunduk. “oppa ? hahaha oppa bercanda ya ?” ucapku sambil tertawa. “kau tatap oppa, apa wajah oppa sedang bercanda ?” tanya oppa Key sambil menggenggam tanganku. “Anio oppa” jawabku, mataku berkaca-kaca menahan tangis lalu aku melepas genggaman oppa Key lalu pergi meninggalkannya.

“huhuhuhu oppa teganya kau !” aku menangis di pangkuan ibuku. “sudahlah Jae Hoon-ah umma yakin Key akan menyesal karena telah meninggalkan yeoja baik hati sepertimu, sebentar lagi natal kau harus mempersiapkan kebutuhan natal kita. Jangan sedih ya” ucap ummaku sambil mengusap pelan kepalaku. Aku hanya terdiam, hatiku perih.

Key Pov

“maafkan aku Jae Hoon-ah aku akan selalu mencintaimu” gumamku lirih. Aku merebahkan tubuhku di spring bed tak terasa mataku mengeluarkan cairan bening. “jeongmal saranghanikka Jae Hoon-ah” gumamku dalam hati, dibenakku terus berputar bayangan Jae Hoon .

Setelah beberapa hari aku berpisah dengan Jae Hoon, aku menyatakan cintaku pada Yoona. “Besok hari Natal hmmm apa aku mengungkapkan perasaanku besok saja ya ?” gumamku ragu. “ah sekarang saja lah” ujarku. “Yoona-ah aku ingin bicara padamu, ayo ikut aku” ucapku sambil menggandeng tangan Yoona. “kau ingin bicara apa ?” Tanya Yoona sambil menatap mata Key. “Jeongmal saranghae Yoona, maukah kau menjadi yeojachinguku ?” tanyaku menggenggam tangan Yoona. Yoona diam mematung lalu berkata “mwo ? kau menyukaiku ? hahaha kau bercanda”. “Yoona-ah aku tidak sedang bercanda, aku serius” ujarku. “ Key-ah kau salah pengertian padaku. Selama ini aku hanya menganggapmu adikku hanya menganggapmu. Aku……  menyukai kakakmu Onew” ujar Yoona tertunduk. “m..wo…? jadi selama ini kau hanya memanfaatkan aku agar bisa dekat dengan Onew hyung ?” tanyaku sambil menahan marah “anio Key-ah” ujar Yoona . “aishk ! yeoja pabo !” ucapku lalu pergi meninggalkannya. Bodohnya aku telah meninggalkan orang yang aku cintai demi yeoja macam Yoona, Jae Hoon mianhae chagia.

Jae Hoon Pov

Aku merapikan baju hangatku lalu menuju Gereja untuk berdoa (sendirian loh). Aku pergi ke gereja dengan berjalan kaki, sesampai di depan rumah Key oppa aku menoleh sebentar lalu menundukan kepalaku. “Tuhan permohonanku di hari natal ini yaitu ingin melihat Key oppa bahagia dengan yeoja secantik Yoona dan tolong izinkan aku memeluknya untuk keterakhir kalinya” ujarku lirih, bulir-bulir air mataku menetes. Tiba-tiba dari belakang aku mendengar suara “aku tidak akan bahagia dengan yeoja lain, yeoja yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku hanya kau Jae Hoon-ah” ujar suara itu. aku menoleh “Key oppa ?” ujarku terkejut. “Mianhae chagia, oppa bodoh telah membuatmu sedih, kecewa oppa memang tidak layak mendapatkan hatimu lagi” ujar oppa Key sambil menunduk lalu dengan perlahan pergi menjauh. “OPPA NAEGA SARANGHAE !” ujarku sambil berteriak. Key oppa menoleh lalu tersenyum “SARANGHAE TOO” ucap Key sambil berteriak sangat keras. Aku berlari dan memeluk oppa Key. Oppa Key membalas pelukanku lalu berkata “chagia mianhamida, I just love you Jae Hoon, no other (neo gatchin saram to eobso duh author  jadi nyanyi lagu no other) except you…….”

 

 

The End

SHINee at Soda Magazine